Ads

Senin, 21 Oktober 2019

Oktober 21, 2019
KORANPAGI.NET - Kabupaten Tulungagung banyak memiliki konsep kuliner yang menarik dan layak untuk di kunjungi bersama keluarga. Salah satunya adalah warung 'Ethem' (enak) yang berada di kawasan GOR Lembupeteng. Berbagai pilihan menu tradisional 'Motulu' (limo, pitu, telu) disediakan disini, dengan harga terjangkau dan rasanya yang khas menciptakan sensasi tersendiri, Senin (21/10/2019).

Warung Ethem di GOR Lembupeteng

Mampir di tempat makan setelah melakukan olah raga pagi hari dengan suasana yang asri menjadi pilihan bagi kebanyakan warga Kabupaten Tulungagung. Seperti yang ada di kawasan GOR Lembupeteng, tampak beberapa tenda-tenda penyedia kuliner berjajar rapi. Namun, ada satu warung yang memiliki ciri khas rasa atau masakan yang unik yakni Warung 'Ethem'.

Kata Ethem memiliki makna 'Enak', karena itu banyak varian nama makanan dan minuman yang dibubuhi dengan nama Ethem. Selain Lontong Cap Gomeh, ada Sop Bening Segar Ethem, Nasi Lodho Ethem, Nasi Bakar Ethem, Nasi Bakar Gegok Ethem serta varian minuman Es Timsel (timun selai) Ethem dan Wedang Tahwa Ethem asli Tulungagung.

Menu non kolesterol tersebut selalu ramai dan diminati warga saat usai berolah raga pagi di seputaran GOR Lembupeteng. Uniknya, Warung Ethem dibuka pada pukul 06.00 WIB dan tutup pukul 10.00 WIB, itu pun tidak setiap hari, tapi hanya hari Minggu saja dibuka.

Pemilik Warung Ethem, sekaligus Ketua Paguyuban Kuliner GOR Lembupeteng, Hariyadi mengatakan, sudah setahun ini ia bersama istri membuka warung tenda lesehan tersebut untuk memudahkan masyarakat yang sedang berolah raga pagi atau sekedar cuci mata yang ingin menikmati sajian khas Tulungagung. Berbagai sajian kaya rasa dan rempah tersedia, hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakan yang cocok dengan adanya sajian tersebut.

"Yang paling disukai adalah Sop Sayur Bening Segar, karena untuk menetralkan penceranakan dan bagus untuk kesehatan. Wedang Tahwa dengan aroma jahe dan sari kedelai ini bermanfaat untuk menghangatkan tubuh dan mencegah Menopuse. Wedang tahu ini rasa dalam kuahnya hampir sama dengan wedang ronde, perbedaannya hanya pada komposisi, wedang dan tahu, simpel pembuatannya," ucap Hariyadi. 

Lesehan Ethem yang artinya enak,  cukup terkenal di Tulungagung, bukanya hanya setiap hari Minggu. Keuntungan yang didapat pemilik warung lesehan  adalah Rp 600 ribu sekali buka. Hari-hari lain, Hariyadi dibantu istrinya, Elia Artiani, juga membuka usaha kuliner berbeda di ruko sekitar stasiun kota Tulungagung. Jika bingung untuk mereferensi makanan Kuliner khas Tulungagung, temui warung tenda penggungah selera di GOR Lembupeteng untuk sarapan pagi. 

Sop Sayu Bening

Salah satu pelanggan tetap, Edi Riana, saat dikonfirmasi Koran Pagi ketika menikmati hidangan siap saji Nasi Bakar menjelaskan, tiap minggu pagi dirinya bersama keluarga atau temannya sering datang ke GOR tersebut hanya untuk sekedar mampir di warung Ethem.

"Kali ini saya datang kesiangan, jadi gak kebagian lontong sayur. Semua rasa di lesehan ini gak perlu dikritik, karena rasanya enak di mulut dan cukup di kantong. Mudah-mudahan warung lesehan ini bisa berkembang dan menarik wisatawan yang berkunjung ke Tulungagung, mampir di GOR, sarapan di sini, tempatnya enak dan nyaman dinikmati," ujar Edi.

Tempat Kaki lima rasa bintang lima ini bernuansa manis dan mendominan. Disamping itu, dari harga juga tidak membuat kantong bolong. Untuk harganya yaitu Lodho Ayam sekitar Rp 12 ribu, Lontong Cap Gomeh Rp 15 ribu, Sop Segar Rp 10 ribu, Nasi Bakar Gegok 5ribu,  minuman wedang tahu sutera lembupeteng 5 ribu dan es timsel hanya Rp 5 ribu. Menikmati lesehan sembari nyaman untuk selonjoran, rasa bisa diadu dengan rasa restoran. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar