Ads

Jumat, 25 Oktober 2019

Oktober 25, 2019
Karya lukis Mahdi Betjak

KORANPAGI.NET
- Seorang pengayuh becak di Surabaya ini sukses unjuk gigi dengan menggelar pameran tunggal seni rupa yang bertema "Entos" di Art Lab Lounge, Jalan Darmokali 14 Surabaya, Kamis (24/10/2019).


Mahdi betjak, begitulah sapaan akrab bapak empat anak ini. Dengan berkehidupan yang sederhana bersama keluarga kecilnya di Karang Tembok, Surabaya, Mahdi mengaku gelaran karya lukisnya saat ini merupakan jawaban dari tantangan teman-temannya, sekaligus bentuk motivasi pada generasi muda, khususnya pelukis-pelukis muda di kawasan Koperjati.



"Pameran ini sebuah jawaban untuk mereka yang selalu tidak henti-hentinya menantang saya untuk menggelar pameran tunggal. Disamping itu, saya juga bermaksud membakar semangat teman-teman di komunitas supaya jangan takut dan ragu untuk menunjukkan karya kita," papar Mahdi ditengah acara, Kamis (24/10/2019).



Mahdi Betjak (empat dari kanan)

Dalam kesempatan ini, Mahdi betjak juga berpesan agar para seniman khususnya lukis jangan lelah untuk terus berevaluasi dengan karya-karyanya.

"Pameran bukan hanya sekedar kreatifitas kita, tapi sebagai tolak ukur kemampuan kita dalam berkarya. Jadi manusia jangan anti kritik, hidup jadi sia-sia nanti, ibarat gelas kosong yang tidak mau diisi air," tuturnya.

Seiring berkembangnya transportasi, aktifitas Mahdi dalam mencari nafkah dengan mengayuh becaknya sudah berkurang, masyarakat lebih memilih ojek online karena dinilai lebih efisien.

Karya lukis Mahdi Betjak

Kendati demikian, jiwa seninya sudah tak diragukan lagi, hal ini terbukti dari karya-karyanya serta aktifitasnya dalam berkesenian. Sudah puluhan aksi seni dilakoni Mahdi, mulai dari puisi, sastra, drama, teatrikal hingga seni rupa atau lukis.

Pada karya lukis, Mahdi sudah mengikuti enam kali pameran lukisan. Namun, ini kali pertamanya ia menggelar pameran tunggal karya-karya seni rupanya.

Acara ini juga sedikit dibubuhi aksi drama, dimana Ketua Yayasan Seni, Dr Soetanto Soepiadhy, SH., MH, selaku pembuka acara, diantar menggunakan becak oleh Mahdi secara simbolis. Dalam sambutannya, Dr Soetanto memberikan hadiah kepada Mahdi sebuah puisi.

"Saya berikan hadiah sebuah puisi kepada Mahdi, puisi ini tentang kritik peradilan yang bobrok," tukas Soetanto yang kemudian membuka pameran tunggal Mahdi.

Dari pantauan Koran Pagi di Art Lab Lounge, ada 36 lukisan terpampang serta ratusan karya puisi Mahdi yang juga turut dipamerkan. Pengunjung tampak antusias menyaksikan pameran yang digelar sampai tanggal 30 Oktober 2019 mendatang. (Ar/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar