Ads

Jumat, 11 Oktober 2019

Oktober 11, 2019
KORANPAGI.NET - Makin panjang, gugatan perdata terkait mosi tidak percaya para dosen Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya terhadap Bendahara Yayasan perguruan tinggi tersebut masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, kini muncul gugatan baru lagi ke Komisi Informasi Publik (KIP), Jumat (11/10/2019)

Advokat Andi Mulya, SH.

Dikatakan kuasa hukum Voni Suharto, Advokat Andi Mulya, SH, bahwa keterbukaan informasi itu penting sekali, terlebih menyangkut soal keuangan.

"Ini penting. Karena pangkal masalahnya adalah nihilnya laporan keuangan. Transparansi laporan keuangan itu sebuah keharusan. Lihat Pasal 52 Undang-Undang nomor 28 Tahun 2004," jelas Andi Mulya SH.

Menurut Andi, soal laporan keuangan ini, tidak boleh macam-macam. Ikhtisar laporan tahunan Yayasan, ini harus diumumkan pada papan pengumuman di Kantor Yayasan. Ikhtisar laporan keuangan itu merupakan bagian dari ikhtisar laporan tahunan sebagaimana dimaksud, dan ini wajib diumumkan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia.

"Apalagi telah memperoleh bantuan negara, bantuan luar negeri, dan/atau pihak lain sebesar Rp 500 juta atau lebih, dalam 1 (satu) tahun buku atau mempunyai kekayaan di luar harta wakaf sebesar Rp 20 miliar atau lebih, maka, wajib diaudit Akuntan Publik. Mestinya, klien kami tidak perlu bertanya-tanya seperti ini, apalagi sampai kirim mosi," jelas Andi.

Selain itu, tegasnya, hasil audit laporan keuangan Yayasan sebagaimana dimaksud, harus disampaikan kepada Pembina Yayasan, tembusannya kepada menteri dan instansi terkait.

"Karena selama ini tidak ada, maka, melalui KIP kami minta Yayasan Unsuri Surabaya membuat Laporan Audit Keuangan Yayasan Unsuri Surabaya dan dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004," tegasnya.

Di samping itu, pihaknya memohon Komisionaer KIP untuk memerintahkan kepada Pembina Yayasan Unsuri Surabaya agar melaksanakan audit keuangan dan bekerjasama dengan kantor akuntan publik.

"Hal yang tak kalah penting, adalah kebijakan Unsuri Surabaya membawa masuk SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi) ke area kampus. Ini apa-apaan? Ini juga menjadi pertanyaan besar para mahasiswa dan dosen," tegasnya. (Dt/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar