Ads

Jumat, 25 Oktober 2019

Oktober 25, 2019
Bupati Maryoto Birowo resmikan lumbung pangan

KORANPAGI.NET
- Upaya pemenuhan kebutuhan pangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang 18 tahun 2012 tentang pangan, satu desa harus melaksanakan dan mensukseskan program pemerintah.  Terselenggaranya peresmian lumbung pangan dan lantai jemur sekaligus launcing beras produk dari kelompok tani Djadi Luhur Desa Blimbing, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Kamis (24/10/2019).

Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo, MM, dalam sambutannya memberikan selamat kepada kelompok tani Djadi Luhur yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung berupa pembangunan lumbung pangan bersama lantai jemur dan mesin Rice Milling Unit (RMU) lengkap dengan rumah, serta masih ditambah bantuan modal gabah kering giling sebanyak 10 ton, dengan nilai total Rp 560 juta.

"Kami harap kepada pemerintah desa untuk ikut mendukung kegiatan lumbung pangan, sehingga kelompok tani Djadi Luhur semakin terpacu dan menjadi besar,  sukses serta menjalin kerjasama antara pemerintah desa dengan kelompok tani,  melalui kegiatan pengadaan bantuan non tunai (BPNT dan PKH), dimana kebutuhan beras bisa mengambil dari kelompok tani atau dari tetangga desa sehingga bisa menekan harga dan membantu perputaran ekonomi di tingkat desa," pungkasnya. 

Peresmian lumbung pangan Desa Blimbing

Hadir dalam peresmian tersebut adalah  Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo,  Ibu Kepala Bidang Cadangan Pangan,  Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Kepala OPD Lingkup Pertanian Tulungagung, Camat, Muspika, kepala desa sekecamatan Rejotangan dan kelompok tani beserta pengurus dan anggota. 

Kepala Desa Blimbing, Kamid mengatakan, masih ada kekurangan beberapa fasilitas di lumbung tani.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten Tulungagung yang sudah membantu di Desa Blimbing. Mengenai lumbung padi ini, masih ada beberapa fasilitas yang kurang lengkap seperti saat musim gadu untuk pengeringan tidak sehat, saat panen kesulitan untuk mengeringkan padi, karena itu kami membutuhkan drayer untuk pengeringan," tutur Kamid. 

Petani menerima bantuan gabah kering

Dalam rangka mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan, terutama untuk meningkatkan produksi pangan, mengingat masih tingginya konsumsi beras, sementara semakin menurun luas lahan dan daya dukung lingkungan untuk peningkatan produksi padi. Bantuan gabah kering dari bupati Tulungagung diberikan pada 100 orang secara simbolis. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar