Ads

Sabtu, 14 September 2019

September 14, 2019
KORANPAGI.NET - Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi perkembangan penjual kaset Compact Disc (CD) musik, khususnya di Kabupaten Tulungagung. Era analog hingga digital, bentuk fisik sebuah album musik kini jarang dicari. Seperti pedagang kaset CD di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Kenayan, yang bertahan selama 15 tahun mengalami pasang surut hingga merugi, Sabtu (14/9/2019).

Agus Riyadi saat berada di toko CD nya

Agus Riyadi (33), pedagang kaset CD asal Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung mengatakan, masyarakat tidak bisa jauh dari musik, karena musik  merupakan kebutuhan pokok.

"Adanya digital yang serba canggih ini,  omset penjualan kaset CD di toko menurun dan tak sebanding sebelum adanya digital.  Kalau dulu setiap hari ramai pembeli mulai anak-anak, remaja sampai yang tua mencari kaset CD, kaset pita, DVD dari  semua jenis musik  tersedia di toko. Lagu anak-anak maupun lagu dewasa, tinggal pilih saja," ungkapnya.

Jualan kaset CD ini ia lakukan sebagai penerus cita-cita orang tua. Sepulang dari sekolah, Agus membantu bapaknya berjualan.

"Di era 80-an harga kaset waktu itu masih murah, harga masih Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu, sekarang harga kaset CD masih terjangkau yakni Rp 12 ribu. Kaset CD ini dikirim dari Jakarta. pelanggan yang datang mencari CD kebanyakan orang tua,  mereka menyukai musik tradisional seperti jaranan dan lagu Jawa. Saat ini yang lagi ramai adalah lagu dangdut, dan  penikmatnya mayoritas muda-mudi. untuk menikmati musik sekarang juga mudah, tinggal buka youtube di HP atau mendownloadnya," terang Agus Suryadi.

Meski akses musik sudah banyak di internet, sebagian orang masih ada yang mencari CD, karena kualitas suara musik dalam CD jauh lebih baik ketimbang unduh secara online. Menurunnya omsed penjualan kaset sudah dirasakan sejak lima tahun lalu, bamun tidak menyurutkan semangat Agus untuk meneruskan usaha orang tuanya, tetap optimis berjualan kaset CD. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar