Ads

Minggu, 15 September 2019

September 15, 2019
KORANPAGI.NET - Obyek Wisata yang satu ini dulunya sempat viral di media sosial (sosmed), kini wisata tersebut mulai tidak lagi menarik bagi pengunjung. Gersang dan tak terurus, kondisi ini memudarkan telah keindahannya, Minggu (15/9/2019).

Tempat Wisata Bukit Jodho tampak gersang dan sepi pengunjung

Masyarakat mengenal tempat wisata ini dengan sebutan 'Bukit Jodho', yang mana banyak tersimpan kenangan di sana. Lokasinya di Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung.

Penjaga loket Wisata Bukit Jodho, Sujianto mengatakan, penurunan jumlah pengunjung dirasakan sejak dua tahun terakhir, pihaknya jelas merugi. Faktor utama yang memicu adalah dengan tidak tersedianya fasilitas lengkap sebagai wahana wisata, sehingga pengunjung jenuh atau kurang puas .

"Saya berharap adanya perhatian dari Dinas Pariwisata Tulungagung untuk memulihkan kembali kondisi Wisata Bukit Jodho, karena sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat desa. Selain itu, obyek wisata ini bisa menjadi tujuan utama pengunjung saat mengisi liburan. Dengan begitu warga sekitar bisa memperoleh keuntungan dari kunjungan tersebut," terang Sujianto.

Hal itu juga dikeluhkan beberapa pedagang di kawasan wisata, merosotnya jumlah pengunjung, menjadi penyebab omset para pedagang menurun. Pada hari libur maupun hari biasa,  sehari  terkadang hanya didatangi 10 atau 15 pengunjung, bahkan nyaris tak ada pengunjung datang.  

Sebuah komunitas mengunjungi Bukit Jodho

Saat awak media mendatangi  ke Bukit Jodho, ada salah satu komunitas remaja tengah asyik berfoto (selfi) di atas bukit dan di sarang burung raksasa yang dulu mrupakan tempat favorit pengunjung. Gubuk-gubuk buatan yang disediakan untuk pengunjung di beberapa tempat, menjadi terbengkalai tak terpakai, hanya ada rambu tulisan yang terpampang di beberapa tempat. 

"Tujuan kami datang ke Bukit Jodho karena ingin tau, Bukit Jodho itu seperti apa, pemandangannya bagaimana dan ada wahana apa di situ. Karena penasaran, kami mendatangi tempat wisata ini dengan bersepeda bersama,"  ujar salah seorang anggota komunitas.

"Memasuki kemarau panjang, ratusan  pohon Jati mulai merangkas sehingga penghijauannya berkurang. pemandangannya beda tidak seperti musim hujan.  Di wisata ini yang dapat saya sampaikan adalah masalah sampah masih berserakan, belum bisa teratasi, dan masih banyak rumput liarnya, sehingga terkesan wisata ini tidak terjaga kelestariannya," jelas Mario. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar