Ads

Senin, 23 September 2019

September 23, 2019
KORANPAGI.NET - Lagi-lagi tim anti bandit polsek tegalsari berhasil meringkus jaringan narkoba yang dikendalikan dari lapas dan berhasil mengamankan dua pelaku  diketahui menyimpan atau pun membawa dan menguasai narkoba, Senin (23/9/2019).


Dalam keberhasilan ungkap jaringan narkoba berhasil amankan dua orang pelaku berinisial  DDK (23), sebagai kurir, warga Duduksampean juga sebagai operator adalah MF (25), warga Manyar, Gresik.

Hal ini pun disampaikan Kompol Rendy Surya Aditama Kapolsek Tegalsari didampingi Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, IPTU Kennardi menjelaskan, pelanggaran penyalahgunaan narkotika yang cukup mengejutkan dan besar, ini adalah prestasi luar biasa karena barang bukti yang didapatkan sekelas Polsek termasuk cukup.

"Alhamdulillah kita berhasil mengungkap jaringan bisnis haram satu paket dari kedua tersangka dan dalam menjalankan bisnis haram tersebut pelaku berinisial MF bertugas sebagai operator kemudian membagikan barang haram itu kepada kurir (DDK)," kata Iptu Kennardi.

Diungkapkan bahwa mereka mendapat pasokan narkoba dari dalam Lapas dan terkait Lapas mana mereka masih bungkam."Inilah yang masih kita dalami, mohon doanya semoga tim anti polsek tegalsari berhasil mengungkap jaringan yang jauh lebih besar diatas kedua tersangka," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, lapas yang memasok narkoba tersebut bukan hanya satu lapas saja. Namun, barang haram tersebut dari lapas itu langsung dibawa menuju kediaman MF yang menyimpan barang haram dalam jumlah besar di dalam kamar.

"Tersangka berinisial MF adalah bapak satu anak terkenal cukup licin dalam menjalankan bisnis haram ini dan tersangka ternyata memiliki empat rumah yang kerap buat persembunyian menghindari kejaran polisi. Bahkan, berpindah-pindah bersama keluarganya ke rumah dan ketika mengetahui atau mendengar  keadaan tidak aman mengenai keberadaannya tercium petugas, tersangka langsung pindah. Salah satu rumahnya ada yang berada di wilayah Surabaya," tambahnya.


Disinyalir ada kurir yang biasa mengambil barang haram dan bukan hanya DDK saja yang merupakan salah satu dari beberapa orang kurir.

"Sementara MF mengaku diperintah seseorang dari dalam Lapas sehingga mampu menyimpan narkoba berupa ganja seberat 2,5 kilogram, 48 ribu pil dobel L, 90 gram sabu dan 41 butir inex warna hijau," paparnya.

Kedua tersangka DDK dan MF mengakui telah mengedarkan narkoba sejak bulan Juli. Total ada 4 kali transaksi yang sudah dilakukan. Sang operator langsung menerima barang dari bandarnya.

DDK dan MF dijerat dengan pasal 114 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika dan atau pasal 111 ayat 2 UU RI No. 35 tahun tahun 2009, tentang narkotika dan pasal 196 dan pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling berat hukuman mati atau paling rendah 20 tahun penjara. (Dw/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar