Ads

Rabu, 18 September 2019

September 18, 2019
KORANPAGI.NET - Salah satu program rutin yang dilakukan oleh Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, adalah konferensi kepala desa. Pertemuan perdana kepala desa se-Kecamatan Boyolangu ini dihadiri tiga pilar yakni Kapolsek, Danramil dan Camat setempat, Rabu (18/9/2019).

Konferensi kepala desa se-Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung

Camat Boyolangu, Mochamad Hanafi, S.Sos, MM, mengungkapkan bentuk kegiatan ini membahas evaluasi dari pemerintahan desa yang ada di Kecamatan Boyolangu.

"Ahamdulilah hari ini konferensi perdana kepala desa yang baru terpilih dan  terlantik dari 16 desa di Kecamatan Boyolangu, ada 7 kepala desa baru dan 9 kepala desa incumbent.  Dari 17 desa di wilayah Boyolangu, salah satu kepala desanya adalah wanita yakni Desa Wajak Kidul," katanya.

Materi konferensi hari ini adalah perkenalan kepala desa yang baru, sebab  mereka baru menduduki jabatan di desa perlu pembekalan.

"Untuk melangsungkan tugas ke depan agar lebih baik dan sukses, sekaligus merapatkan barisan dengan kepala desa yang lama. Harapan dari muspika dan kepala desa adalah koordinasi yang baik, persepsi yang baik dan guyup rukun menuju Kecamatan Boyolangu lebih kondusif," terang Mochamad Hanafi, S.Sos, MM.

Muspika Kecamatan Boyolangu  memperingatkan agar kepala desa lebih berhati-hati dan waspada. Musim kemarau panjang sering terjadi kebakaran hutan. Di Kecamatan Boyolangu, tiga desa yang berdekatan dengan kawasan hutan yaitu  Desa Pucung Kidul, Sanggrahan dan Wajak Kidul, harus menyikapi karena dianggap desa rawan kebakaran hutan.

Pengarahan yang diberikan Kapolsek dan Danramil juga diberikan kepada kepala desa menghimbau jangan sampai terjadi kebakaran hutan seperti yang terjadi di luar Jawa. Dari semua itu konferensi kepala desa diharap bisa memberi keseimbangan antara TNI-Polri, dan pemerintahan desa dalam melayani masyarakat.  

Kepala Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Mochamad Moezamil

Selesai konferensi, Kepala Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Mochamad Moezamil menyampaikan, giat konferensi perdana antara kepala desa dan muspika bisa bekerja sama agar kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan baik.  

"Rapat Penyelesaian yang diselenggarakan tahun ini adalah perencanaan tahun 2020  harus dipersiapkan saat ini. Pembenahan di Desa Bono, saya harus mengikuti regulasi yang baru, meski saya dulu  pernah menjabat kepala desa, di mana dulu regulasi tidak serumit sekarang. Adanya regulasi baru ini saya harus banyak  belajar. Apa lagi sekarang ada bantuan dana DD dan ADD, " ungkapnya. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar