Ads

Selasa, 10 September 2019

September 10, 2019
KORANPAGI.NET - Terkait dengan tertangkanya bandar besar jaringan internasional di Desa Sukobanah Sampang Madura, Badan  Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung mengantisipasi dampak dari jaringan Madura yang menyasar ke wilayah Tulungagung. Untuk itu BNNK lebih giat melakukan lidik pemerataan jaringan edar gelap yang tentunya berkordinasi dengan instansi terkait dan ketertiban dengan masyarakat, sehingga apabila ada indikasi jaringan Madura  yang masuk ke  Tulungagung bisa diketahui, Selasa (10/9/2019).

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Tulungagung, Drs. Tri Areif P, S.kom, MM.

Plt kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tulungagung Siti Masruroh M,Si  melalui Kasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat Drs Tri Arief Praharanto, S,Kom, MM, mengatakan pada media,  mengenai kerawanan  peredaran gelap narkoba di Tulungagung akhir-akhir ini sudah kondusif dan terkendali, komitmen yang ditunjukkan BNN Tulungagung adalah sinergitas dengan Polres, Kodim, Subdenpom dan Pemkab sangat baik sehingga jaringan narkoba kesulitan masuk ke Tulungagung.

Hal itu diungkap Tri Arief, Tingkat kerawanan di Tulungagung yakni banyaknya pesisir pantai yang berpotensi penyelundupan narkoba melalui jalur pantai dan wilayah kecamatan yang sangat berpotensi edar gelap narkoba adalah Kecamatan Ngunut.

"Hal tersebut tersirat dengan banyaknya home industri dan padatnya jumlah penduduk di wilayah Ngunut, sehingga konsentrasi Lidik di fokuskan pemetaan edar gelap narkoba di wilayah tersebut," terang Drs Tri Arief Praharanto, S.Kom, MM.

Suasana ruang kerja BNN Tulungagung

Dalam menciptakan Tulungagung bebas dari narkoba, langkah BNNK antara lain dengan melakukan pencegahan melalui desiminasi informasi P 4 GN denga metode  tatap muka melalui sosialisasi atau penyuluhan, seminar, workshop dan FGD di lingkungan sekolah, mulai tingkat  dasar, tingkat menengah dan tingkat tinggi, baik di lingkungan pemerintah,  lingkungan masyarakat maupun swasta.

"Mereka akan mengerti dan sadar akan bahayanya narkoba bagi masa depan," pungkasnya. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar