Ads

Selasa, 18 September 2018

September 18, 2018
KORANPAGI.NET - Tanah bengkok adalah hak kelola yang melekat pada seorang pejabat desa yang selama ini menjabat jabatan, karena tanah bengkok merupakan kekayaan milik desa. Sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 1 tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa, Selasa (18/9/2018).


Permasalahan yang membelit Desa Kedoyo, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, salah satu aset desa berupa tanah bengkok yang dikuasai oleh perorangan secara turun temurun oleh mantan Kepala Desa Kedoyo waktu itu. Penguasaan tersebut sejak tahun 1984 sampai sekarang, luasan yang terdapat di dalam leter C Desa Kedoyo seluas kurang lebih 202.550 meter persegi atau 20.255 hektar.

Kasubag Aparatur Pemerintah Desa Kabupaten Tulungagung, Yudi Irwanto S.STP, MSi, saat ditemui di ruang kerjanya, menguraikan  jika Kepala Desa Kedoyo  pernah memberi permemohon ke pemerintahan untuk mengadakan penelusuran serta menindak lanjuti agar  aset desa tersebut kembali menjadi aset Desa Kedoyo, Kecamatan Sendang, yang saat ini di kuasai oleh mantan Kades lama yaitu Trimo.

"Kami akan membentuk tim yang ditunjuk oleh Bupati, yang di dalamnya termasuk inspektorat Kabupaten. Apapun yang terjadi karena aset desa, proses peralihan hak atas tanah apabila tidak sesuai dengan aturan itu harus di kembalikan kepada pihak desa. Karena termasuk aset negara atau tanah negara, kalau ada unsur kesengajaan maka bisa mengarah ke lembaga hukum," jelas Yudi, Selasa (18/9/2018).

Terkait bengkok di Dusun Lungur Buntung yang di tukar guling dengan tanah lain di gunakan sebagai tanah kas desa. Tanah yang di alihkan haknya seluas kurang lebih 20,255 hektar untuk warga di gunakan sebagai sarana desa  seluas kurang lebih 1,03 hektar, jadi 205,255 meter persegi di tukar mantan kades dengan 10.300 meter persegi tidak sebanding.

Kepala Desa Kedoyo Kecamatan Sendang, Subur, saat dikonfirmasi memberikan  keterangan jika masalah bengkok desa sampai saat ini belum dikembalikan ke pemerintah desa," semua yang mengurusi staf saya dan sekretaris desa, sementara ini ya masih kita cari solusi sebaiknya bagaimana, karena selama saya menjabat belum ada komunikasi dengan beliau dan belum pernah ketemu. Saya datang ke pemerintahan hanya mengajukan permohonan penelusuran masalah bengkok desa bagaimana prosesnya. Apa langkah selanjutnya jika masalah ini tidak selesai, saya belum berfikir ke arah situ,  kita tunggu saja," terangnya via seluler, Selasa (18/9/2018).

Semua perangkat dan masyarakat Desa Kedoyo pada  masa jabatan Kades periode sebelumnya  tidak ada yang mengerti adanya proses tukar guling tanah kas desa di Dusun Lungur Buntung dengan tanah lain manapun di Desa Kedoya atau luar Kedoyo. Sebagai tindak lanjut Kepala Desa Kedoyo melampirkan  ke Pemerintahan Kabupaten Tulungagung yaitu Kronologi  tanah bengkok Desa, data-data orang yang menguasai sampai sekarang, peta desa dan foto copy  leter C. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar