Ads

Senin, 20 Agustus 2018

Agustus 20, 2018
1
KORANPAGI.NET - Kabupaten Tulungagung segera miliki pust perbelanjaan (Mall), proyek yang menelan biaya besar ini masih terganjal dengan proses perizinan. Diharapkan, Mall ini mampu menyerap angka pengangguran yang ada di kabupaten tersebut, Senin (20/8/2018).

Ilustrasi

Proses perizinan memang membutuhkan waktu yang cukup lama, jika perizinan selesai dan pihak investor mengantongi izin, maka pembangunan pusat perbelanjaan berlantai dua di kawasan Jalan Mayor Sujadi, Kelurahan Jepun, bisa dilakukan.

Usaha dan perekonomian rakyat kecil seperti pertokoan di sekitar lokasi pembangunan dipastikan tidak akan tergeser dan terganggu dengan didirikannya sebuah Mall. Langkah yang ditempuh  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung adalah mengajak para investor untuk mendirikan pusat perbelanjaan yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pembangunan Mall ini tentunya wajib memenuhi persyaratan, salah satunya yaitu 75 persen tenaga kerjanya harus berasal dari Tulungagung, khususnya wilayah Kelurahan Jepun, sehingga jelas akan mengurangi angka pengangguran, lantaran semua tenaga kerja terserap.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tulungagung, Drs Santoso M,Si, menjelaskan, bahwa sudah dilakukan sosialisasi dari pihak investor, bahkan masyarakat sekitar juga memberi dukungan untuk pembangunan Mall.


"Kemarin dari pihak investor sudah mengadakan koordinasi dan sosialisasi di Kantor Kelurahan Jepun yang dihadiri Muspika, investor dan warga masyarakat sekitar lokasi pembangunan. Mereka merasa tidak keberatan dengan dibangunnya pusat perbelanjaan, mereka sepakat memberikan suport dan komitmen bahwa pusat perbelanjaan itu segera di bangun," katanya.

"Pada umumnya masyarakat sekitar lokasi bisa mengambil manfaatnya, jika pusat perbelanjaan sudah diresmikan, bisa membuka peluang pekerjaan pada masyarakat Tulungagung. Salah satu contoh kuliner, karena tenaga kerja pada pembangunan Mall itu sebanyak 500 orang, pasti bisa dimanfaatkan warga setempat untuk menjajakan kulinernya," sambung Santoso.

"Kegiatan yang dilakukan di lokasi tersebut semata-mata hanya melakukan pembersihan karena masih ada bangunan lama, saya rasa tidak melanggar aturan. Pada intinya, selagi belum ada izin jangan melakukan segala kegiatan dan tidak boleh membangun dulu, tunggu sampai izin keluar," tegasnya. (Gusty Indh).

1 komentar: