Ads

Jumat, 17 Agustus 2018

Agustus 17, 2018
KORANPAGI.NET - Upacara 17 Agustus, mulai berlangsung secara serentak di seluruh jajaran TNI Angkatan Darat (AD). Seperti yang berlangsung di Makorem 084/Bhaskara Jaya, tak hanya sebagai peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73. Namun, upacara yang diikuti oleh seluruh prajurit Korem 084/Bhaskara Jaya itu, juga di warnai dengan pembacaan teks proklamasi yang dilakukan oleh Kepala Staf Korem (Kasrem), Letkol Arm Aprianko Suseno, Jumat (17/8/2018).


Melalui amanat Kasad, Jenderal TNI Mulyono, yang dibacakannya, Kasrem menuturkan jika peringatan kemerdekaan merupakan bentuk penghormatan ke para pahlawan, sekaligus rasa syukur kepada Tuhan yang telah mengkaruniasi bangsa Indonesia dengan kemerdekaan.

Akan tetapi, seiring perkembangan teknologi, seakan menjadi acaman baru yang sulit dilihat dan dirasakan. Bahkan, memiliki potensi daya hancur yang lebih hebat terhadap kedaulatan sebuah negera, yaitu ancaman informasi.

"Perkembangan teknologi terbukti mampu mempengaruhi cara berpikir dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, semangat persatuan dan kesatuan bangsa, serta nilai-nilai musyawarah untuk mufakat, semakin memudar dan tergantikan ego sektoral, serta intoleransi yang semakin menguat," kata Letkol Aprianko.

Tak hanya itu saja, menurutnya, penggunaan dan penyalahgunaan narkotika yang semakin merajalela, juga menjadi perhatian tersendiri bagi pihak TNI. Bagaimana tidak, selain menjadi ancaman, obat-obatan berbahaya tersebut, dinilai mampu merusak mental, sekaligus moral para remaja, yang merupakan simbol generasi penerus bangsa.

"Prajurit TNI-AD harus senantiasa mengedepankan kepentingan nasional, di atas kepentingan pribadi maupun golongan,tegasnya. Tingkatkan kepekaan terhadap dinamika kehidupan sosial yang berkembangan, serta tajamkan naluri intelijen dalam rangka deteksi dan cegah dini," pintanya. (Dm/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar