Ads

Sabtu, 04 Agustus 2018

Agustus 04, 2018
KORANPAGI.NET - Fanatisme suporter Persebaya Surabaya yang akrab disebut 'Bonek' (bondo nekat), tidak hanya berada di kota pahlawan sebagai markas besarnya dan Pulau Jawa pada umumnya. Namun, jauh di kepulauan Maluku, tepatnya Pulau Ambon, serdadu Bonek juga terbentuk dengan sebutan 'Bonek Ambon 1927', yang pastinya senantiasa menyorakkan 'Salam Satu Nyali, Wani' yel-yel khas suporter 'Bajol Ijo' tersebut, Sabtu (4/8/2018).


Bonek Ambon 1927 dibentuk sebagai komunitas pecinta sepak bola yang cinta damai serta menjunjung tinggi nilai Seduluran (persaudaraan) diantara sesama."Kami disini pendukung setia Persebaya Surabaya (Bonek) yang merantau di Kota Ambon. Disini kami tunjukkan bahwa Bonek itu cinta damai dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya untuk mempererat persaudaraan antar sesama," ucap Eko, salah seorang anggota Komunitas Bonek Ambon 1927.

Sementara, Andri Wiyono, Ketua Komunitas Bonek Ambon 1927 menambahkan, dibentuknya komunitas ini tidak lebih sebagai penghormatan kepada tim sepak bola kebanggaan (Persebaya) serta menjalin persaudaraan antar sesama meski berbeda suku dan agama.

"Sengaja kami bentuk komunitas Bonek Ambon 1927 ini sebagai wujud kesetiaan kami terhadap Persebaya, meski kami merantau jauh dari Surabaya. Kegiatan kami sangat sederhana, berkumpul sambil ngobrol bercerita tentang apa saja, yang penting tujuan kami mempererat persaudaraan dan tak pandang bulu dari suku dan agama apapun itu, Salam Satu Nyali.. Wani!," Seru Andri saat ditemui di D'Lakker Food Court, Jalan WR Supratman, Kota Ambon. (Aw/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar