Ads

Kamis, 30 Agustus 2018

Agustus 30, 2018
KORANPAGI.NET - Sebagai salah satu lembaga tingkat nasional, kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulungagung 'kurang' diperhatikan oleh pemerintah setempat. Dari bangunan yang sudah rapuh hingga lahan parkir yang tidak layak, menjadi keluhan utama, Kamis (30/8/2018).


Sebagai lembaga non struktural yang dengan maksimal telah mendukung program pemerintah, kondisi kantor Baznas ini ternyata masih jauh dari kelayakan alias memprihatinkan.

Dari pantauan Koran Pagi, kondisi bangunan kantor Baznas merupakan bangunan lama dan kayu-kayu penyangganya banyak yang sudah rapuh. Mengingat musim penghujan sebentar lagi tiba, apabila disertai angin kencang, dapat dipastikan akan menimbulkan kebocoran air yang menyebabkan terganggunya rutinitas di dalam kantor tentunya.

Diketahui bahwa kantor Baznas ini merupakan kantor hak pakai milik Pemkab Tulungagung, bukan kantor permanen. Yang paling ironis yakni kantor tersebut tidak memiliki lahan parkir yang layak.

Perlu diketahui, sebagai lembaga layanan publik, Baznas sudah menjalankan tugas dan amanahnya secara maksimal. Selain membantu pelaku usaha kecil, Baznas Tulungagung juga membantu program Pemerintah dalam memberantas kemiskinan, diantaranya adalah memberi bantuan rombong gratis pada Pedagang Kaki Lima (PKL), memberi bantuan pendidikan, membantu fakir miskin sebatang kara, bedah rumah yang tidak layak huni dan membantu pinjam modal pada pedagang kecil.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung, Drs H Muhammad Fathurrouf, M.Pd.I, atau biasa dipanggil  Gus Roup menyampaikan, pihaknya akan memperbaiki kantor beserta fasilitasnya dengan cara menabung sendiri apabila pihak pemerintah 'tutup mata' tidak memperhatikan.

"Jika Pemerintah Tulungagung tidak bisa membangun kantor Baznas, maka kami akan menabung dari dana amil untuk pengadaan lahan dan bangunan kantor. Selama 5 tahun saya menjabat di sini, sama sekali tidak ada renovasi. Waktu pak Sahry Mulyo masih menjabat Bupati, proposal kami sudah di rekom dan diposisikan, namun selanjutnya tidak ada pemberitahuan lagi," ungkapnya kepada Koran Pagi.

Baznas sendiri mempunyai 7 karyawan yang sampai saat ini masih berstatus honorer semua, padahal sebagian ada yang sudah 10 tahun lebih bekerja. Soal gaji atau upah pegawai pun juga dirasa kurang sesuai.

Kendati demikian, kinerja Baznas Tulungagung yang telah banyak membantu menanggulangi kemiskinan sudah tidak diragukan lagi bagi khalayak ramai,"Kami tetap tulus dan ikhlas bekerja secara maksimal, karena ini sebuah pengabdian untuk masyarakat," pungkasnya. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar