Ads

Rabu, 01 Agustus 2018

Agustus 01, 2018
KORANPAGI.NET - Sidak Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMP-TSP). Inspeksi tersebut dilakukan di beberapa toko swalayan yang dalam waktu dekat segera ditutup.


Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2018 tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat dan toko swalayan. Komisi C sudah mengingatkan jika toko swalayan yang kemarin sudah di sepakati bahwa jarak kurang dari seribu meter maksimal satu kilometer, enam bulan setelah perda ini di undangkan.

Menurut informasi, ada 18 minimarket  di Tulungagung segera ditutup, antaranya swalayan di Kecamatan Kauman, swalayan di Kecamatan Boyolangu, swalayan di Kecamatan Bandung, swalayan di Kecamatan Karangrejo, swalayan di Kecamatan Ngunut dan swalayan di Kecamatan Kalidawir. 

Terkait akan di bangunnya Mall bekas pabrik rokok komisi C tidak mengizinkan, karena belum mengantongi izin. Dengan tegas, Ketua komisi C dari Partai Hanura, Drs Subani Sirab mengatakan tidak boleh ada aktifitas sebelum ada izin resmi,"Penutupan toko swalayan saja belum terlaksana, bagaimana saya bisa mengizinkan, saya sempat ditelpon pak Santoso kepala Dinas kalau dari Bapeda tidak berani, alasannya DPR tidak mengizinkan. Ada toko swalayan pasmart yang harus ditindaklanjuti oleh DPMP-STP yang saya ketahui di Desa Tanggung, Kecamatan Campur Darat," kata Subani.

Kepala DPMP-TSP melalui Kepala Bidang (Kabid) Perizinan dan Jasa Usaha, Setiono, S.Sos, menjelaskan,"Terkait perlindungan pasar tradisional dan toko swalayan kita ikuti  sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2018, kepada 18 mini market sebelum ditutup,  kita konsultasikan dulu ke bagian hukum, apakah menunggu Perbup atau tidak, kami belum bisa menentuka dan tidak harus serentak menutup swalayan," jelas Setiono. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar