Ads

Selasa, 14 Agustus 2018

Agustus 14, 2018
KORANPAGI.NET - Pernikahan dini atau pernikahan di bawah umur adalah pernikahan yang di lakukan sebelum mempelai berusia 18 tahun. Pernikahan dini memiliki resiko tinggi kesehatan bagi si wanita dan  memicu kekerasan seksual juga pelanggaran hak asasi manusia (HAM).


Dalam kurun lima bulan tahun 2018 ini sudah ada empat pasangan remaja  di bawah umur mengajukan pernikahannya di KUA Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Sesuai pasal 7 dan 8 tahun 2007 tentang pernikahan, salah satunya tertuang seorang calon suami belum mencapai umur 19 tahun dan seorang istri belum mencapai umur 18 tahun atau seorang istri belum berumur 16 tahun harus mendapat dispensasi dari Pengadilan Agama (PA). Ke empat mempelai yang namanya tercatat di KUA Kedungwaru merupakan remaja putus sekolah dan sudah hamil. Mereka mendapat dispensasi dari kantor PA, maka pihak KUA bisa menikahkan. Pernikahan dini terjadi akibat pergaulan bebas dan lepas dari pantauan orang tua.


Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Drs H Ngudiono, M.Ag, MM, melalui Kepala KUA Kecamatan Kedungwaru Drs H Ahmat Tadzkir, MH, mengatakan,"jika pernikahan dini yang tercatat di kantor KUA kami ada empat pasangan remaja sudah putus sekolah dan mereka sudah hamil, setelah mereka mendapat dispensasi dari Pengadilan Agama, pihak KUA  bisa menikahkan  jika tidak ada disepensasi dari PA jelas kami menolak," jelasnya. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar