Ads

Selasa, 14 Agustus 2018

Agustus 14, 2018
KORANPAGI.NET - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menklarifikasi rumor yang berkembang di masyarakat saat ini  terkait penerimaan tenaga kerja relawan  yang ditempatkan di puskesmas-puskesmas di Tulungagung, Selasa (14/8/2018).


Menurut pengakuan Yl (32), warga Kecamatan Pagerwojo, dirinya pernah ditawari pekerjaan oleh seseorang dan menjanjikan akan ditempatkan di puskesmas, dengan catatan bersedia membayar sejumlah uang.

Menanggapi tawaran tersebut, YI menyampaikan tidak punya biaya yang diminta,"Saya tidak punya uang sebanyak itu pak, cuma modal ijasah aja saya," ucap Yl.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Bambang Triyono, saat dikonfirmasi Koran Pagi terkait kabar miring tersebut memastikan, bahwa relawan yang bekerja di puskesmas murni tidak dipungut biaya. Disamping itu, pihak Dinkes tidak membuka lowongan untuk posisi relawan puskesmas.


"Dinas Kesehatan selama ini untuk relawan yang di tempatkan di puskesmas sudah cukup, pihak dinas  tidak membuka lowongan untuk relawan atau tenaga-tenaga lain yang ditempatkan di puskesmas. Dinkes juga tidak pernah memungut biaya kepada relawan siapapun itu. Kita hanya membantu, karena mereka membutuhkan pengalaman kerja dan ingin menjadi relawan sesuai pernyataan yang di buat," terang Bambang kepada Koran Pagi.

Ditegaskan pula, para relawan yang bekerja di puskesmas, tidak diberi jaminan bakal menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Tidak ada ketentuan bahwa suatu saat para relawan ini akan menjadi PNS. Masyarakat harus selektif jika ada oknum yang menjajikan bisa memasukkan orang ke puskesmas  dengan biaya, tolong dicek apakah benar seperti itu. Sesuai data kami, semua relawan sudah kita tempatkan di 32 puskesmas yang ada di Tulungagung," imbuh Bambang Triyono. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar