Ads

Kamis, 09 Agustus 2018

Agustus 09, 2018
2
KORANPAGI.NET - Bersih Desa adalah tradisi ritual Adat Jawa yang setiap tahunnya diperingati warga Kelurahan Bago, yang dipercaya mengandung unsur pemersatu setiap perbedaan budaya di tengah masyarakat luas. Disamping itu, juga sebagai upaya menjaga pelestarian budaya warisan nenek moyang agar tidak mudah ditinggalkan dan dilupakan para generasi, Kamis (9/8/2018).


Dipimpin oleh seorang Tokoh Masyarakat di Kelurahan Bago, H Iklan Nudin, berlangsungnya selamatan serta pengajian baca Yasin dan Tahlil yang digelar di pendopo kelurahan pada ritual 'kenduri' bersih desa berlangsung hikmat.

Dalam acara ini, Kepala Kelurahan Bago, Drs Priyogi Rudy Hantono, mendoakan agar seluruh warganya selalu rukun dalam kebersamaan,"Acara selamatan dalam bersih desa ini rutin kami lakukan setiap tahunnya, sebagai ungkapan rasa syukur untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat. Semoga warga Bago sejahtera dan selalu menjaga kerukunan," ucap Rudy.

Uniknya dalam acara bersih desa ini, seluruh RT, RW, LKM, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dari kelurahan Bago, masing-masing diwajibkan membawa 10 bungkus nasi disertai lauk pauknya. Setelah kenduri dilakukan, nasi bungkus lengkap dengan lauk pauk diberikan kepada setiap undangan yang hadir, selebihnya dibagikan kepada warga yang kurang mampu. (Gusty Indh)

2 komentar:

  1. Semoga kelurahan bago selalu Guyub Rukun ayem tentrem Mulyo Lan Tinoto.

    BalasHapus
  2. amien. Tidak hanya di bago seluruh daerah di indonesia pun harus sama. Karena kita bhineka tunggal ika.
    perumahan di bandung dengan konsep modern dan lokasi strategis hanya di pesonabandung.com

    BalasHapus