Ads

Jumat, 27 Juli 2018

Juli 27, 2018
KORANPAGI.NET - Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, menggelar acara tatap muka bersama Tiga pilar di kantor Kecamatan Kepanjen, Jum’at (27/7).


Dalam sambutannya, Kaplores mengatakan bahwa Polres Malang memiliki 77 program, separti perubahan perbaikan kultur, reformasi struktural dan lain-lain.

Dalam kesempatan iniK kapolres memerintahkan kepada anggotanya untuk tidak melakukan pungli. Seperti pada Pelayanan pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi), sebab sebelum-sebelumnya dalam pelayanan banyak calo atau mungkin ada oknum Polisi yang melakukan pungli.

Contoh, tanpa tes, atau mungkin tes direkayasa bisa jadi lulus dengan ada tendensi di bayar dengan uang.“Saya akan tindak tegas setiap Pungli dari sektor apapun yang dilakukan oleh oknum,” tegasnya.

Kapolres juga menjabarkan program promotor ini berawal dari gagasan program 77 yang di cetuskan yaitu gabungan antar program 49 operasional dan 28 program pembinaan internal Polri di wilayah Polres Malang.


Semua program tersebut bertujuan meningkatkan kinerja Polri di masyarakat untuk merubah kultur dari yang kurang baik menjadi baik , dari baik menjadi bagus, sehingga polres malang dipercaya dan dicintai masyarakat se-kabupaten Malang.

Pelayanan prima Hampir 500 polres di Indonesi ada 9 Porles yang mendapatkan nilai A, salah satunya adalah Polres Malang.

Camat Kepanjen, Drs Abay Saleh, dalam acara tersebut mengucapkan terima kasihnya ke seluruh masyarakat dan tamu undangan,"Saya berterimakasih terutama kepada Bapak Kapolres yang telah sudi hadir dalam agenda ini, tak lupa kepada seluruh jajaran TNI, Organisasi Masyarakat dan tokoh agama dan Masyarakat yang hadir saat ini," katanya.

Abay berharap mudah-mudahan program ini bermanfaat dan menciptakan sinergitas antara Tomas, Togas, Kepala Desa, tokoh masyarakat dan tokoh Agama.

Di kesempatan ini ada waktu tanya jawab untuk seluruh elemen masyarakat berkaitan dengan Program Polri, berbagai macam di lontarkan pertanyaan dari undangan yang hadir.

Salah satu pertanyaan yaitu dari RAPI-dimana Organisasi Awangga,BPDB dan Komunitas lainya, ini sering bergandeng tangan dalam bertugas.

Pertanyaanya terkait memberikan Informasi terhadap Kepolisian untuk lebih Cepat, dari RAPI, BPDB, Awangga dan lainya apabila ada kejadian seperti, Laka lantas, korban tenggelam kejadian korban jambret, perampokan ataupun kejahatan lainya.

Satu pertanyaan lagi di lontarkan dari Komunitas SALIP KUNING, Bambang, terkait pelayanan Proses pembuatan SIM di Singosari masih ada oknum Calo masih ada, berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi kepadanya, menurut Bambang Perlu tindakan dan pantauan Ektra dari Kapolres.

Dua Pertanyaan langsung di jawab oleh Kapolres Terkait Penginformasian dari rekan RAPI, BPDB, AWANGGA dan Komunitas lainya sementara ini memang masih sekedar HT fasilitas yang ada akan tetapi di Aplikasi Malang E-Policing disitu sudah lengkap dan nanti perlu kita tingkatkan.

Terkait proses pembuatan SIM pihaknya menjawab “Saya senang sekali pemasukan-pemasukan dari lapisan Masayarakat terlait pelayanan Kepolidian, silahkan informasikan pada saya apa bila ada oknum-oknum polisi yang melaksanakan tugas tidak sesuai dengan SOP dan saya akan Tindak Tegas anggota kami sendiri bila melanggar,” tegas Perwira yang berpangkat 2 Melati di pundaknya itu. (Setia)

0 komentar:

Posting Komentar