Ads

Minggu, 22 Juli 2018

Juli 22, 2018
KORANPAGI.NET - Habiskan anggaran miliaran rupiah, pengerjaan proyek saluran di Jalan Salak, Surabaya, malah terkesan asal-asalan. Ketidak seriusan Pemkot Surabaya, khususnya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang dalam melakukan pengawasan bertendensi ada kongkalikong dengan pihak kontraktor (pemenang tender).


Langkah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dalam menanggulangi banjir patut diacungi jempol. Di mana tidak, saluran di sejumlah kawasan kota ini diperbaiki dengan menggunakan Box Culvert. Meski secara bertahap, hal tersebut dimaksudkan untuk menanggulangi banjir di waktu penghujan tiba.

Ironisnya, beredar rumor bahwa pengerjaan proyek saluran kerap kali disalahgunakan, dalam hal ini anggaran yang telah ditentukan untuk satu proyek, tidak diperuntukkan seluruhnya untuk keperluan 'bahan' proyek.

Berdasar hasil investigasi Koran Pagi dilapangkan, ditemukan satu proyek saluran yang terindikasi pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasinya.

"Pemasangan Box Culvert tidak diberi dasar pasir dan sirtu, hanya menggali lalu langsung memasukkan Box Culvert. Didalamnya juga masih banyak air, tapi terus dimasukkan begitu saja," ungkap sumber Koran Pagi.


Diketahui, proyek saluran tersebut dikerjakan oleh PT Jatim Prasarana Utama, Puncak Permai Utara, Surabaya. Berdasar informasi, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur ini merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Jatim.

Proyek dengan anggaran hampir Rp 3 miliar ini sangat disayangkan masyarakat jika diketahui pengerjaannya 'asal-asalan'. Kurangnya pengawasan oleh pihak dinas terkait juga mempengaruhi buruknya hasil pengerjaan proyek.

"Ya jangan sampai ada perbaikan atau pengerjaan proyek pemerintah kota yang tidak sesuai spek. Anggaran yang dipakaikan dari uang rakyat, ya harus maksimal dong hasilnya," tandas Farid Maulana H, seorang mahasiswa ilmu tehnik yang tinggal di sekitar proyek.

Menyikapi hal ini, Ormas Pagar Jati Indonesia menegaskan, pihaknya tidak akan segan untuk membawa kasus penyimpangan proyek ke pihak kejaksaan."Jangan macam-macam dengan anggaran pemerintah, itu untuk rakyat jangan dibuat kepentingan pribadi. Kami tidak akan ragu dan tinggal diam kalau ada pengaduan," tegas Abdulrohman, Bidang Litbang Ormas Pagar Jati Indonesia.

Hingga berita ini dimuat, mandor pelaksana proyek Jalan Salak, selalu tidak ada di lokasi proyek ketika hendak dikonfirmasi."Maaf saya tidak bisa memberi penjelasan, silahkan cari saja mandornya," ujar salah seorang pekerja (kuli) proyek. (Rs/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar