Ads

Rabu, 18 Juli 2018

Juli 18, 2018
KORANPAGI.NET - Perencanaan perubahan anggaran dari pemerintah daerah yang diperuntukkan pada pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT) sebagai peningkatan mutu guru pada mata pelajaran setiap bulannya, dicairkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung sekitar Rp 5 Milyar.


Setelah tertunda menjelang lebaran kemarin, semua guru PTT atau GTT bisa sedikit lega bulan ini mendapat insentif tersebut. Guru SD yang  kebanyakan dari  Pegawai Negri  Sipil (PNS) ditunjang dari kementerian, sementara untuk guru tidak tetap (GTT) tidak tercover.

Pelayanan mengajar untuk mengisi kekosongan guru SD kususnya PTT di Kabupaten Tulungagung sebanyak 170 orang. Setiap bulan para guru mendapat dana insentif 200 ribu dipotong pajak. Jaminan menjadi PNS yang jelas tidak bisa, pasalnya kewenangan ini ada di pusat dan pemerintah hanya mengusulkan.


Kabid Pembinaan GTK, melalui Kasi Mutasi Promo M Ardian Candra menyampaikan, tahun ini tidak ada tambahan guru PTT.

"Untuk tahun ini pihak Dinas Pendidikan  tindak menerima atau menambah lagi  Guru PTT, jika ada kebijakan bahwa guru PTT bisa di angkat jadi PNS aturannya  menunggu perekrutan dari pemerintah pusat," paparnya.

"Sampai saat ini banyak guru PTT yang mengajar di SD selama 5 tahun sampai 15 tahun datang ke dinas dan mengeluhkan perihal belum adanya pengangkatan status PTT ke PNS," pungkas Candra.

Bagi PTT berusia 60 tahun, sesuai aturan ketenagakerjaan harus berhenti, terkecuali yang masih berkopetensi. Selama keberadaan PTT atau GTT menaungi  sekolahan, belum ada payung hukum dari pemerintah pusat. Hal tersebut di atur oleh  Permendikbud tentang standart pelayanan minimal.(Gusty)

0 komentar:

Posting Komentar