Ads

Jumat, 13 Juli 2018

Juli 13, 2018
KORANPAGI.NET - Keributan pada pertunjukan kesenian jaranan di Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, sangat disayangkan warga. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pariwisata dan kepolisian segera ambil tindakan baik sanksi maupun proses hukumnya, Jumat (13/7/2018).


Warga Kabupaten Tulungagung menyesalkan peristiwa kericuhan yang tersebar luas dalam video berdurasi 30 detik pada pertunjukan seni jaranan di Desa Karangrejo. Dalam video tersebut, tampak seorang penonton dikeroyok beberapa orang pada pertunjukan seni jaranan.

Menurut keterangan warga setempat, peristiwa itu berawal dari adanya penonton yang melontarkan kata-kata kotor saat pertunjukan 'Barongan' berlangsung.

"Penonton itu (korban pengeroyokan) meneriaki kata-kata kotor dan melempar benda ke arah pemain barongan, sehingga ada yang tidak terima dan terjadilah pengeroyokan," kata EM, seorang warga yang juga menyaksikan pertunjukan seni jaranan saat itu.

Menyikapi hal ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung menuturkan, pihaknya menyesalkan adanya peristiwa kericuhan ini.

"Kalau bisa hal ini jangan terjadi lagi di dunia seni khususnya jaranan, apa sebenarnya yang diributkan. Seni itu kalau bisa dinikmati dan dikembangkan agar terjaga budayanya. Dinas sendiri berencana mengadakan pembinaan pada seniman jaranan. Pemilik induk jaranan yang masa aktifnya hanya dua tahun kita seleksi lagi, jika ada jaranan yang melanggar ketertiban umum, maka sanksinya induk tidak bisa di perpanjang dan sementara di bekukan" tegas Drs Heru Santoso, MM, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung.

Terpisah, Polsek Boyolangu masih melakukan penelusuran terkait kericuhan jaranan yang videonya berkembang di masyarakat. Menurut polsek tersebut, jaranan asal Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, sudah dua kali mengganggu ketertiban umum alias ricuh.

"Saat peristiwa itu anggota kami menemukan ada satu korban luka, dan sampai sekarang belum ada laporan dari korban. Melihat tayangan pada vidio, jelas  kami sikapi dan telusuri mengingat diwilayah kami. Bagaimana kejadiannya, yang membuat onar siapa, izinnya bagaimana dan kita tangkap pelakunya. Jaranan ini sudah dua kali ricuh di wilayah Boyolangu. Jika ricuh lagi di wilayah Boyolangu, sementara izin keramian tidak kita berikan dengan alasan biar kondusif dulu," tegas Wakapolsek Boyolangu, Iptu Sukardi saat dikonfirmasi. (Gusty)

0 komentar:

Posting Komentar