Ads

Rabu, 18 Juli 2018

Juli 18, 2018
KORANPAGI.NET - Dinilai resahkan masyarakat, gelandangan dan pengemis ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Tulungagung. Lima orang gepeng yang berhasil diamankan mengaku terpaksa karena faktor ekonomi, Rabu (18/7/2018).


Keberadaan gepeng yang kerab meresahkan masyarakat di beberapa sudut kota dan persimpangan jalan, membuat Satpol PP Kabupaten Tulungagung untuk bertindak tegas.

Hal ini terbukti dengan dilakukannya razia gepeng oleh aparat penegak perda dengan menyisir jalan di kawasan Kota Tulungagung. Alhasil, lima orang gepeng telah terjaring razia.

Kendati demikian, para gepeng ini seakan tak kenal jera, selang beberapa hari setelah dilakukan razia, tak jarang gelandangan dan pengemis muncul kembali dan beraktifitas di sudut-sudut kota.

Kasatpol PP Tulungagung melalui Kabid Trantib, Rusdianto membenarkan adanya aktifitas gepeng meresahkan masyarakat,"Di wilayah Kota Tulungagung memang masih terdapat gepeng yang berkeliaran dan disinyalir mengganggu kenyamanan masyarakat," katanya.

"Operasi ini bagian dari giat dalam rangka menciptakan ketentraman dan ketertiban khususnya di seputaran kota Tulungagung," lanjut Rusdi.

Untuk menindaklanjuti gepeng yang terjaring razia, Rusdi menyebut akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial.

"Kami akan melakukan kordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan dan pembinaan terhadap para gepeng yang terjaring razia. Apabila ditemukan gepeng yang berasal dari luar kota, kami upayakan untuk berkoordinasi dengan Satpol PP di daerah asalnya supaya dilakukan penanganan lebih lanjut," paparnya.

Dari informasi yang dihimpun Koran Pagi, gepeng yang beroperasi di Tulungagung selama ini mayoritas berasal dari luar daerah Tulungagung. (Gusty)

0 komentar:

Posting Komentar