Ads

Kamis, 26 Juli 2018

Juli 26, 2018
KORANPAGI.NET - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika melaksanakan kegiatan Forum Komunikasi Anti Narkoba berbasis media online bertempat di Singgasana Meeting Room Hotel Istana Tulungagung pada Kamis (26/7/2018) pagi.


Peran serta media online dalam forum tersebut, dimaksudkan supaya dalam mrnyampaikan pesan bahaya narkoba mudah dibaca dan dimengerti oleh publik, serta media online ikut mengontrol kebijakan yang mendukung program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), serta media online cepat diupload dan langsung di akses semua orang.

Kepala BNN Tulungagung, Djoko Purnomo, SH, MH, menjelaskan, Indonesia jadi sasaran target peredaran narkoba oleh sindikat Internasional.

"Situasi Narkoba di Indonesia menjadi pasar terbesar di kawasan ASEAN, khususnya jenis Sabu. Indonesia menjadi target pemasaran narkoba oleh sindikat Internasional, 263 juta jiwa penduduk merupakan potensi bangsa pasar Narkoba," tutur Djoko.

Sindikat jaringan narkoba, lanjut Djoko, Internasional yang masuk dan beroperasi di Indonesia sudah banyak. Hal ini terbukti dari beberapa hasil ungkapnya di tahun 2017.

"Banyak jaringan narkoba Internasional yang beroperasi di Indonesia seperti Tiongkok, Malaysia, Pakistan, Afrika Barat dan Eropa. Barang bukti yang berhasil disita BNN, Polri dan Bea Cukai  sepanjang Januari sampai Desember 2017 di antaranya Ganja (15,22 ton), Ekstasi (2.940,748 butir), Sabu (4,7 ton). Sedangkan untuk Tulungagung mayoritas masyarakatnya hanya coba-coba," pungkas Djoko Purnomo. (Gusty)

0 komentar:

Posting Komentar