Ads

Sabtu, 28 Juli 2018

Juli 28, 2018
KORANPAGI.NET - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung, Jalan Diponegoro III, Kelurahan Karangwaru, dalam kurun waktu yang belum bisa dipastikan akan turun langsung ke sejumlah kafe karaoke di Kabupaten Tulungagung, guna memantau langsung aktifitas tempat-tempat hiburan malam tersebut. Hal ini dilakukan lantaran banyaknya pengaduan masyarakat yang resah akan aktifitas kafe-kafe berskala nasional diterima MUI, Sabtu (28/7/2018).


Selain tempat karaoke yang disinyalir adanya praktek-praktek lain, MUI juga akan memantau tempat lain yaitu kos-kosan yang sekarang ini menjadi tren usaha bisnis meraup keuntungan. Hasil dari pemantauan MUI akan ditindak lanjuti dan disampaikan pada pihak berwajib.

Setelah penetapan kepengurusan MUI  periode yang baru, Majelis Ulama menentukan sikap turun ke lapangan. Ketua MUI KH Hadi Muhamad Mahfudz mengatakan,"MUI selama ini diam, tapi mendengar banyaknya pengaduan dari masyarakat tentang dugaan adanya penyalahgunaan kafe karaoke dan rumah kos, jelas harus kita sikapi. Saat ini pemerintah menutup mata dan 'lebay', tidak ada tindakan tegas, hanya jadi catatan saja. Semua  usaha serba diizinkan, tidak di koreksi dulu, saya menyebutnya bahwa Tulungagung ini di kenal dengan kota seribu kafe," katanya.

"MUI akan datang melihat langsung aktifitasnya kafe-kafe, utamanya kita selamatkan anak-anak kita, remaja kita, dan siapa saja yang bisa terjerumus karena narkoba, miras, serta prostitusi sudah menjajah Tulungagung. Kita dilanda krisis moral, kapan MUI akan memantau, ya ditunggu saja setelah rapat pergantian kepengurusan selesai," tegas Gus Hadi.(Gusty)

0 komentar:

Posting Komentar