Ads

Selasa, 17 Juli 2018

Juli 17, 2018
KORANPAGI.NET - Ditetapkan tersangka soal dugaan tindak pidana korupsi, Kepala Desa (Kades) Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, tidak ditahan. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tulungagung, tetap melakukan proses hukum dan segera memeriksanya sebagai tersangka, Selasa (17/7/2018).
 

Penetapan Suprapto (42), Kades Sumberingin Kulon, sebagai tersangka ini terkait dugaan kasus korupsi Dana Desa dan Anggaran Dana Desa (DD dan ADD) tahun 2015 dan 2016.

Berdasar hasil penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), penyidik kemudian melakukan gelar perkara, untuk menentukan kelanjutan perkara ini setelah hasil dari BPKP keluar.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa gelar perkara sudah dilakukan dan kesimpulanya unsur pelanggaran hukum sudah terpenuhi.
"Sudah dilakukan gelar perkara dan sudah ditemukan unsur pelanggaran hukumnya," terangnya, Selasa (17/7/2018).

Tofik menambahkan, status kades tersebut yang sebelumnya sebagai saksi, kini ditingkatkan sebagai tersangka. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Unit Tipikor, tersangka sengaja membuat dan memalsukan administrasi. Hal ini juga terungkap dari hasil pemeriksaan BPKP.

Kendati demikian, penyidik tidak melakukan penahanan, namun penyidik akan segera memeriksanya dalam status barunya sebagai tersangka.

Tahun 2015 Desa Sumberingin Kulon mendapatkan DD sebesar Rp 264.257.177, dan ADD sebesar Rp 419.400.000. Sedangkan tahun 2016 desa ini mendapatkan alokasi DD sebesar Rp 596.185.000 dan ADD sebesar Rp 398.700.000.

Terungkapnya kasus ini setelah mantan Sekretaris Desa (Sekdes), Sunarsih membeberkan adanya penyimpangan yang mengakibatkan Sekdes harus dipindah.

Sementara itu, Kepala Desa, melalui kuasa hukumnya Moh Saeroji, SH, ketika ditemui wartawan menyatakan jika hari ini tengah mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Saerodji beralasan, tersangka hingga saat ini masih aktif menjabat sebagai kades dan belum ada keputusan pemberhentian karena masih menunggu proses hukum.

"Tersangka menjadi tulang punggung keluarga dan selama ini menjalani proses hukum dengan proaktif dan dijamin tidak akan melarikan diri," ujar Advokat Saerodji, SH, kepada awak media. (Gusty)

0 komentar:

Posting Komentar