Ads

Minggu, 22 Juli 2018

Juli 22, 2018
KORANPAGI.NET - Meski batu akik sudah meredup di kalangan publik, tapi di mata seorang pejabat yang satu ini keindahan batu mulia tersebut masih mempesona dan memiliki nilai seni tinggi. Disamping karakternya yang menarik, ciri daerah asal batu akik juga menjadi daya tarik bagi para kolektor.


Beberapa tahun lalu, batu akik menjadi fenomenal dan banyak digemari khalayak ramai. Dari yang tua hingga muda-mudi saling berburu batu akik, bahkan tidak sedikit pula masyarakat yang beralih profesi menjadi pedagang dan jasa memoles batu akik.

Lambat laun, penggemar batu akik (dadakan) semakin meredup, para pedagang serta penyedia jasa poles pun ikut berkurang. Namun di mata para kolektor, geliat batu akik Nusantara masih tetap ramai dan banyak diburu.

Seperti yang dirasakan salah satu kolektor batu akik dari kota apel, Drs Harry Sasongko, Ketua DPRD Kabupaten Malang, yang dalam waktu senggangnya dihabiskan untuk berburu batu akik.


Menurutnya, batu akik menyimpan keistimewaan tersendiri bagi para kolektor yang menjadi daya tarik. Nilai seni yang tinggi dan proses pembuatannya yang unik itu lah yang membuatnya jatuh hati pada batu akik.

"Bagi penggemar batu akik atau istilah umumnya kolektor tak ada istilah sepi. Sepi itu hanya berlaku bagi pedangangnya, tapi bagi kolektor tidak," tuturnya kepada Koran Pagi.

Batu-batu mulia ini, sambungnya, adalah hasil kekayaan alam yang tidak semua negara miliki. Indonesia merupakan tempat penghasil batu akik berbagai jenis. Hampir di seluruh daerah memiliki kekayaan alam tersebut, sehingga karakter dan ciri batu akik dari masing-masing daerah memberi nilai seni yang beragam.

"Sudah ratusan jenis batu akik yang saya koleksi di rumah, mulai batu akik asal Irian Jaya sampai batu akik asli Aceh," kata Harry sembari melihat-lihat di lapak pedagang akik, Jalan Kartini, Malang.

Ia menyayangkan adanya oknum pedagang yang sengaja memalsukan batu akik sehingga tampak batu akik asli yang mempunyai nilai seni tinggi."Tapi sayang masih ada pedagang yang nakal, warna atau corak batu direkayasa sehingga tampak batu akik bernilai tinggi. Saya berharap ada kesadaran bagi penggemar batu akik untuk merawat dan menjaga kualitas salah satu kekayaan negeri ini," pungkasnya. (Setia)

0 komentar:

Posting Komentar