Ads

Jumat, 08 Juni 2018

Juni 08, 2018
KORANPAGI.NET - Rawan bentrok, sengketa lahan di kawasan Gunung Anyar Tambak diduga salah satu pihak melanggar kesepakatan bersama. 'Preman' bersenpi (senjata api) disiagakan untuk menjaga lahan tersebut dari pihak lawannya, Jumat (8/6/2018).


Sengketa lahan SHM 285/Kelurahan Gunung Anyar Tambak ini sebenarnya sudah cukup lama. Diketahui sejak tahun 2013, masing-masing pihak (H Musofaini dan Allan) memiliki sertifikat SHM tersebut. Melalui kuasa hukumnya, keduanya sudah menempuh jalur hukum, adu fisik antar massa pun kerab kali terjadi, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

Kuasa hukum Allan mengatakan, saat ini lahan tersebut masih berstatus Quo, dan sesuai kesepakatan bersama di polsek setempat, masing-masing pihak dilarang untuk beraktifitas diatas lahan tersebut.

"Mereka sudah melanggar kesepakatan dengan adanya aktifitas dilahan itu, dimana didalamnya digunakan untuk kolam pancing dan didirikan warung-warung untuk disewakan, bahkan di pagar temboknya ditulis dengan cat (tanah ini milik H Musofaini). Kami selaku pihak Allan yang juga memiliki hak atas tanah itu berdasarkan sertifikat ini merasa terganggu dengan aktifitas mereka di lahan itu," papar Advokat Hadi Pranoto, SH, MH.

Pada Senin (4/6/2018), karena juga merasa memiliki hak atas tanah tersebut, pihak Allan pun bermaksud untuk beraktifitas dengan memasang bedeng di atas lahan sengketa ini.

Pegawai yang hendak memasang bedeng

Namun, ketika hendak memasang bedeng, datang seseorang dengan sebutan 'Togok' (pihak H Musofaini) melarang adanya aktifitas pemasangan bedeng.

Alhasil, keributan pun terjadi, adu fisik pun nyaris kembali pecah. Pasalnya, Togok mengancam akan menembak siapa pun (pihak Allan) yang berani beraktifitas di lahan itu,"Silahkan beraktifitas, kalau mau saya 'dor' (tembak) kepalanya," ancam Togok kepada Advokat Hadi Pranoto, SH, MH, beserta tukang yang hendak mendirikan bedeng.

Mengetahui adanya seorang yang membawa senpi dan mengancam membunuh, pihak Allan pun mundur dan melaporkan tindakan Togok kepada pihak berwajib.

"Kami sudah melaporkan yang bersangkutan ke polisi, kita juga masih menunggu prosesnya. Sampai sekarang belum ada kabar bahwa terlapor sudah ditangkap," ucap Zainul kepada Koran Pagi.

'Preman' yang mengancam membunuh dan membawa sepucuk senpi

Menyikapi hal tersebut, Ormas Pagar Jati Indonesia angkat bicara dan turut mengawal kasus tersebut.

Menurutnya, tindakan yang melawan hukum harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku, dan aparat harus tegas dalam bertindak.

"Preman yang mengancam dan membawa senpi harus segera ditangkap. Kami selalu menghormati dan mendukung langkah polisi sebagai aparat penegak hukum. Apabila tidak segera ditangkap dan ditahan, jangan salahkan kalau massa Pagar Jati ambil alih untuk memberi pelajaran pada preman Gunung Anyar Tambak itu," pungkas Ketua Pagar Jati Indonesia, Bambang Hariyanto, SH. (Rs/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar