Ads

Sabtu, 23 Juni 2018

Juni 23, 2018
KORANPAGI.NET - Kupatan masal merupakan tradisi perayaan warga yang sudah berjalan selama 7 tahun di Kabupaten Tulungagung. Dimana dalam perayaannya ada upacara ritual dan arak-arakan warga, Sabtu (23/6/2018).


Seperti diketahui bahwa kupat adalah makanan terbuat dari beras yang dibungkus menggunakan daun kelapa muda. Di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, warganya memaknai kupat sebagai tradisi yang unik, serta momen tersebut dirayakan setiap satu tahun sekali.

Kupat menurut warga Boyolangu memiliki arti Atur Lepat (bahasa jawa). Dalam ritual kupat masal tersebut dilakukan upacara doa di halaman masjid Desa Boyolangu dan kemudian disusul dengan arak-arakan warga dengan membawa kupat keliling  desa.

Pada tradisi tersebut tampak hadir Camat Boyolangu, Kapolsek Boyolangu, Kepala desa, tokoh agama dan warga sekitar serta tamu undangan.

Menggunakan beberapa mobil rombongan tamu undangan diajak keliling desa dengan melihat stan-stan yang sudah disiapkan oleh masing-masing Ketua RT. Sebanyak 51 stan, telah menghabiskan 3 ton beras dari hasil swadaya warga Boyolangu. Hal itu bertujuan untuk ukuah islamiah, mempererat tali silaturahmi dan menjaga tradisi kupatan yang sudah dirintis dari awal setelah ada tradisi kupatan masal di Kabupaten Trenggalek.

Dengan menggunakan mobil pick up dan diiringi musik hadrah dari kelompok yasinan serta kupat yang ditandu dan diarak keliling di tiga dusun di Desa Boyolangu nampak antusias warga berjajar di sepanjang jalan.

Selanjutnya, seluruh tamu beserta warga dipersilahkan menikmati makanan kupat yang tersedia di puluhan stan secara gratis.

Tradisi kupatan masal yang sudah menjamur di berbagai desa, Jono selaku ketua panitia menjelaskan bahwa, kupatan ini sudah menjadi tradisinya bersama warga setempat. Sejak pertama merintis tradisi tersebut dari swadaya warga, ia bersyukur sekarang di mana-mana mengikuti tradisi dengan cara masing-masing.

"Kupatan ini bertujuan untuk menyambung silaturahmi, memberikan barokah pada warga, khususnya agar tetap menjaga persaudaraan," ungkap Jono. (Gusti)

0 komentar:

Posting Komentar