Ads

Rabu, 27 Juni 2018

Juni 27, 2018
KORANPAGI.NET - Mangkir dalam sidang peninjauan kembali (PK) yang diajukannya sendiri, seorang terpidana kasus perzinahan berhasil dieksekusi Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan. Masih ada satu terpidana lagi yang kini masih dalam pengejaran petugas alias buron.


Usai sudah upaya Miftakhul Hadi, terpidana kasus perzinahan, dalam upayanya menghindari kurungan penjara."Sebagai lembaga yang ditunjuk negara selaku eksekutor putusan pengadilan, eksekusi terpidana Miftakhul Hadi berhasil dilakukan berkat bantuan tim intelijen Kejari Kabupaten Pasuruan," ungkap JPU Andi Hamzah, SH, Selasa (26/6/2018).

Kasus tersebut sudah hampir satu tahun lamanya bergulir di persidangan. Dalam proses hukumnya yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Ketua Hakim sudah memutus Miftakhul Hadi dan Siti Khotimah sebagai terpidana kasus perzinahan.

Kemudian, saat sidang PK yang diajukan pihak terpidana digelar, justru terpidana beserta saksi-saksi tidak hadir. Alhasil, selang beberapa jam usai sidang PK, petugas Kejari Kabupaten Pasuruan telah mengeksekusi Miftakhul Hadi.

Sementara, satu terpidana lagi (Siti Khotimah) masih dalam pengejaran petugas,"Terpidana Siti masih belum, tadi sempat kehilangan jejak," lanjutnya.

Berdasar pantauan Koran Pagi, terpidana Siti Khotimah yang kini buron merupakan pegawai di salah satu pabrik rokok ternama di kawasan Rungkut, Surabaya. (Bm/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar