Ads

Sabtu, 26 Mei 2018

Mei 26, 2018
KORANPAGI.NET - Proses kasus perzinahan di wilayah hukum Bangil, Kabupaten Pasuruan, dengan terdakwa Miftakhul Hadi dan Siti Khotimah, masih dalam tahap peninjauan kembali (PK) dari pihak terdakwa. Kedua terdakwa ini tidak dilakukan penahanan namun JPU tetap mengupayakan sesuai SOP mengingat PK tidak menunda eksekusi, Jumat (25/5/2018).


Pada Koran Pagi, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Hamzah, SH, memaparkan bahwa proses hukum terdakwa masih dalam tahap PK.

"Untuk saat ini pihak terdakwa sedang mengajukan PK, karena dari pihak terdakwa katanya memiliki bukti baru (novum), lha ini kami juga menunggu. Disamping itu jadwal sidang PK dari PN juga masih belum ada info, jadi sama-sama saling menunggu," kata JPU Andi Hamzah, SH, Senin (21/5/2018) kemarin.

Kendati demikian, selama proses hukum yang berjalan, kedua terdakwa tersebut tidak pernah dilakukan penahanan, baik dari pihak kepolisian maupun kejaksaan.

Andi menjelaskan bahwa penahanan pada terdakwa sudah diupayakan semaksimal mungkin, namun tetap melalui prosedur yang ada.

"Panggilan pertama dua Minggu lalu sudah kami layangkan untuk eksekusi (penahanan), upaya PK tidak menunda eksekusi. Panggilan kedua Minggu depan dilayangkan sesuai SOP, batas panggilan sampai ke tiga kali, kalau tetap tidak diindahkan kami akan lakukan jemput paksa," papar JPU Andi Hamzah, SH.

Sementara, kuasa hukum penggugat, Advokat Sirajam Munira, SH.I, CPL, menegaskan dalam aturan KUHAP sudah jelas bahwa permohonan PK tidak menangguhkan atau menghentikan pelaksanaan putusan pengadilan sebagaimana tertuang dalam Pasal 66 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 1985 tentang MA yang telah diubah oleh UU Nomor 5 Tahun 2004 dan UU Nomor 3 Tahun 2009.

"Bila PT menguatkan PN sudah seharusnya ada eksekusi (penahanan), apa lagi tidak adanya upaya kasasi. Karena prinsipnya PK tidak menangguhkan atau menghentikan pelaksanaan putusan pengadilan. Upaya PK boleh dilakukan tanpa banding dan kasasi bila terdakwa menjalani pidana. Sedangkan terdakwa ini kan belum menjalani penahanan sama sekali, seharusnya PK ditolak," paparnya.

Dari pantauan Koran Pagi, kedua terdakwa (M Hadi dan Siti Khotimah) kini sudah menikah dengan cara sirih. Pasangan tersebut juga sering terlihat di sebuah rumah di kawasan Tambak Sumur, Waru, Sidoarjo.

Kasus ini berawal ketika M Hadi kepergok sedang berduaan dalam kamar dengan Siti Khotimah di Vila Larasati, Kabupaten Pasuruan, oleh istri sah beserta anak-anaknya pada tahun kemarin. (Bm/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar