Ads

Rabu, 23 Mei 2018

Mei 23, 2018
KORANPAGI.NET - Kepala Desa (Kades) Tambaksumur menampik tudingan RT 2 RW 1 soal mengetahui adanya pasangan yang tinggal satu atap tanpa mengantongi surat nikah resmi di wilayahnya. Sehingga, Ketua RT diduga lakukan pembohongan publik terkait pernyataannya kepada awak media, Rabu (23/5/2018).


Ketika dikonfirmasi Koran Pagi di kantornya, Kades Tambaksumur, Mas'ud mengklarifikasi bahwa selama bertugas tidak pernah menerima laporan adanya warga yang tinggal serumah tanpa memiliki surat nikah resmi.

"Saya tidak pernah mendengar laporan dari RT dan RW adanya hal itu. Saya kaget kok ada berita seperti ini, silahkan panggil ke sini RT nya kalau memang memberi keterangan demikian, tidak benar itu," tegas Mas'ud kepada Koran Pagi, Rabu (23/5/2018).

Hal tersebut dikuatkan oleh Kepala Dusun (Kasun) setempat, Totok bahwa, selama mereka (Siti dan M Hadi) tinggal di RT 2 RW 1, laporan yang diterima aman-aman saja. Disamping itu, pihak RW juga berpesan kepada Kasun supaya pihak Kades tidak mengetahui.

"Jadi begini, mulai awal mereka (Siti dan M Hadi) datang, pihak RT dan RW sudah laporan ke saya dan sudah saya beri pengertian untuk mengawasi mereka dalam arti pihak laki-lakinya kalau datang jangan melebihi jam malam, pintu juga harus terbuka saat keduanya (pasangan sirih Siti dan M Hadi) di dalam rumah. Pihak RW juga sempat ngomong ke saya supaya tidak mengikutcampurkan Kades dalam hal ini. Saya kira sudah tidak ada masalah, tahu-tahu muncul berita ini," kata Totok.

Selanjutnya, Totok berjanji akan mengambil sikap terkait hal tersebut. Pasalnya, sesuai aturan yang berlaku di dusunnya, pasangan tanpa surat nikah resmi tidak diperbolehkan tinggal.

"Secepatnya akan kami tindaklanjuti, apabila RT dan RW tidak sanggup menyikapi masalah ini, saya yang turun langsung untuk menindaknya," ujarnya saat di Balai Desa Tambaksumur.

Sebelumnya, Ketua RT 2 RW 1 Tambaksumur, Alek, saat dikonfirmasi Koran Pagi mengatakan bahwa Kades sudah mengetahui adanya pasangan sirih yang tinggal di wilayahnya.

Karenanya, diduga kuat bahwa ketua RT tersebut sengaja melakukan pembohongan kepada publik, serta pernyataannya yang tidak mau menindak Siti dan M Hadi dengan alasan bulan Ramadhan, patut dicurigai adanya tendensi kepentingan pribadi. (Bm/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar