Ads

Rabu, 23 Mei 2018

Mei 23, 2018
KORANPAGI.NET - Sidang pidana dugaan kepemilikan narkotika perkara Nomor 1147/Pid.Sus/2018/Pn.Sby, kuasa hukum terdakwa menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak tepat. Hal itu berdasarkan fakta yang terbukti dalam persidangan yang digelar fi Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuno, Rabu (23/5/2018).


Didampingi kuasa hukumnya, Yakub Miradi, SH dan Donnie Gumilang, SH, kedua terdakwa kasus narkoba, Susilo Hadi dan Agung Prasetyo, tampak tertunduk sedih di hadapan hakim.

Sidang yang digelar dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU yaitu saksi dari Kepolisian Sektor (Polsek) Rungkut yang hanya dihadiri oleh satu orang saksi yakni Mustofa.

Dalam sidang ini terungkap bahwa barang bukti sabu-sabu seberat 0.097 gram akan dipergunakan untuk diri sendiri dan bukan untuk diperedarkan. Fakta di persidangan terungkap kedua terdakwa telah menggunakan sabu-sabu dalam satu tahun ini sebanyak empat kali.

"Sidang tadi berjalan lancar, sesuai fakta dalam sidang bahwa kedua terdakwa tidak mengedarkan sabu, melainkan dikonsumsi sendiri, fakta tersebut juga dibenarkan oleh saksi dari JPU," kata Yakub Miradi, SH, dari LBH Seroja, Rabu (23/5/2018).

Berdasarkan fakta yang terbukti di dalam persidangan ini, sudah jelas bahwa dakwaan JPU tidak tepat. Para terdakwa didakwa dengan pasal 114 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI tahun 2009 tentang Narkotika atau pasal 112 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI tahun 2009 tentang Narkotika.

"Penyalahgunaan narkotika itu pasti harus menguasai narkotika tersebut, karena kalau tidak dikuasai terlebih dahulu maka ia tidak dapat menggunakan bagi dirinya. Barang bukti yang hanya seberat 0.097 gram itu jika ditinjau dari sisi keadilan maka pidana yang pantas dituntut dan dipersalahkan kepada para terdakwa adalah penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagaimana diatur dalam pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI tahun 2009 tentang Narkotika," pungkasnya. (Bm/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar