Ads

Selasa, 22 Mei 2018

Mei 22, 2018
KORANPAGI.NET - Masih berstatus terdakwa dugaan kasus perzinahan, dua pasangan sirih Siti dan M Hadi ini malah tinggal serumah di kawasan Tambak Sumur, Kabupaten Sidoarjo. Ironisnya, perangkat desa terkesan mengizinkan aktifitas dua pasangan tersebut dan mengabaikan keluhan dari pihak istri sahnya, Selasa (22/5/2018).


Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat muslim, dimana bulan tersebut diyakini sebagai bulan penuh ampunan dosa dari sang pencipta alam semesta beserta isinya.

Namun, sangat disayangkan apabila sucinya bulan Ramadhan tahun ini 'dicemari' oleh adanya pasangan tidak sah (sesuai aturan negara) serta terdakwa dugaan kasus perzinahan yang tinggal serumah dibiarkan begitu saja oleh perangkat desa setempat.

Seperti yang terjadi di Desa Tambak Sumur RT 2 RW 1, Kabupaten Sidoarjo, ketika dikonfirmasi, Ketua RT, Alek mengatakan, dalam bulan puasa ini dirinya tidak mau menangani warganya yang tinggal serumah tanpa memiliki surat nikah.

"Maaf ya, saya tidak mau ngurusi itu (Siti dan M Hadi) pada bulan puasa ini," katanya saat dikonfirmasi Koran Pagi.

Ditanya apakah Lurah mengetahui adanya pasangan 'kumpul kebo' belum sah yang tinggal di wilayahnya, RT tersebut menjawab bahwa Lurah mengetahui.

"Iya pak lurah sudah mengetahui mereka (Siti dan M Hadi) tinggal serumah di sini," jawabnya singkat.

Sementara, hingga berita ini dimuat, lurah setempat belum bisa dimintai keterangan karena masih ada rapat.

Sebagai kontrol paling bawah, sudah sewajibnya aparat desa tanggap akan hal tersebut, apalagi pasangan Siti dan M Hadi masih berstatus terdakwa dalam perkara dugaan perzinahan.

Terpisah, Lembaga Monitoring Pendidikan dan Pelayanan Publik (LMP3) menanggapi hal ini. Menurutnya, sebagai aparatur desa harusnya tegas dalam menindak warganya yang tidak menuruti baik Undang-Undang KUHP maupun Perda yang berlaku.

"Kawin sirih itu tidak diakui oleh negara, bahkan pidananya juga ada, lah kalau aparatur desa mengizinkan pasangan kawin sirih untuk tinggal serumah, untuk apa Satpol PP dan polisi merazia rumah kost serta hotel-hotel untuk menindak pelaku mesum atau perzinahan," papar Abdulrohman, salah satu pengurus di LMP3. (Bm/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar