Ads

Jumat, 04 Mei 2018

Mei 04, 2018
KORANPAGI.NET - Menyusul beberapa hasil riset Surabaya Survey Center (SSC) mengenai Pilgub Jatim 2018, kini kembali SSC memunculkan hasil surveynya tentang anggapan publik terhadap pasangan calon (Paslon). Hasil Riset yang dilakukan SSC ini memang selalu menarik, diantaranya yakni :


Persepsi Publik terhadap Karakter Paslon

Hasil Survei Surabaya Survey Center (SSC) periode April 2018 menunjukkan adanya penilaian tentang karakter paslon yang dipersepsi publik Jatim dalam Pilkada Jawa Timur. Jika dibandingkan diantara dua paslon hasilnya masing masing paslon memiliki keunggulan. 

Karakter kepedulian dan merakyat, GI-Puti unggul sebanyak 36,9 persen sementara KIP-Emil sebanyak 33,6 persen yang menjawab tidak tahu/tidak menjawab sebanyak 29,5 persen

Karakter berprestasi, KI-emil unggul sebanyak 51,6 persen semenatra GI-Emil sebanyak 25,8 persen yang menjawab tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 22,6 persen.


Karakter jujur, amanah, dan bersih, KIP-Emil unggul tipis sebanyak 43,5 persen semenatra GI-puti sebanyak 41,5 persen yang menjawab tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 15 persen.

Karakter pintar, dan berwawasan luas, KIP-Emil unggul sebanyak 43,9 persen sementara GI-puti sebanyak 37,3 persen yang menjawab tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 18,8 persen.

Karakter ramah dan santun, GI-puti unggul sebanyak 36,9 persen sementara KIP-Emil sebanyak 25,4 persen yang menjawab tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 37,7 persen.

Karakter relegius, GI-Puti unggul sebanyak 41,1 persen sementara KI-emil sebanyak 36,3 persen yang menjawab tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 22,6 persen.

Karakter berpenampilan menarik , KI-Emil unggul tipis sebanyak 22,5 persen sementara GI-puti sebanyak 21,4 persen yang menjawab tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 56,1 persen.

Karakter berani dan tegas, KI-Emil unggul tipis sebanyak 33,6 persen sementara GI-puti sebanyak 32,2 persen yang menjawab tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 34,2 persen.

“Karakter paslon memperlihatkan KIP-Emil memiliki keunggulan dalam prestasi, jujur,amanah, bersih, pintar dan berwawasan luas, penampilan dan berani dan tegas. Sementara Gi-Puti unggul dalam kepedulian dan merakyat, ramah dan santun dan relegius, karakter tersebut yang dominan dipersepsi publik jatim," ujar Edi Marzuki, peneliti SSC.

Survei dengan metode multistage random sampling ini dilakukan pada tgl 11-19 April 2018 di 38 kabupaten/kota di Jatim. survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error 2.81 persen, level of confidence 95 persen dan jumlah sampel 1220 responden. Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini di lengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden.


Pikiran dan Perubahan Pilihan : Program dan Kinerja Menjadi Patokan Utama

Hasil survei Surabaya Survei Center (SSC) periode April 2018 menunjukkan adanya faktor yang memengaruhi pikiran terhadap pilihan gubernur wakil gubernur.

“Sejauh ini kompetensi dan kapasitas masih dominan memengaruhi  disamping faktor tradisional seperti agama dan kepribadian. Dukungan tidak terlalu signifikan dan faktor kandidat menjadi hal yg paling diperhitungkan," ujar Surokim, peneliti SSC.

Secara berurutan faktor yang memengaruhi adalah visi misi sebanyak 24 persen, kinerja atau karya nyata sebanyak 21.1 persen, latar belakang agama 15,2 persen, kepribadian calon13,9,latar belakang partai pengusung 9,3 persen, intelektualitas calon 2,3 persen, latar belakang dan asal daerah 1,1 sementara yang tidak menjawab/tidak tahu sebanyak 13,1 persen.

Survei dengan metode multistage random sampling ini dilakukan pada tgl 11-19 April 2018 di 38 kabupaten/kota di Jatim. survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error 2.81 persen, level of confidence 95 persen dan jumlah sampel 1220 responden. Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini di lengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden.

Persepsi Publik Terhadap Hasil Debat Public Cagub Putaran 1 Dinantikan tetapi masih belum mengubah signifikan

Hasil Survei Surabaya Survey Center (SSC) periode April 2018 menunjukkan bahwa publik yang menonton acara debat cagub cawagub putaran satu cukup banyak sebanyak 60,6 persen. Mereka menonton lewat TV sebanyak 33,8 persen, lewat youtube sebanyak 11,8 persen dan melalui portal media online sebanyak 2,5 persen.

Selain itu juga melihat dari share medsos yakni WhatsApp, Facebook, Instagram dan lain sebagainya sebanyak 12,5 persen. Masyarakat yang tidak menonton sebanyak 39,4 persen.

Penilaian publik atas penampilan kandidat perorangan GI meraih 19,2 persen, disusul KIP 18,1 persen, Emil Dardak 13,2 persen, Puti sebanyak 10,1 persen adapun yang tidak tahu/tidak menajwab sebanyak 39,4 persen.
Adapun penilaian secara berpasangan, KIP-Emil unggul sebanyak 31,4 persendan GI-Puti 29,2 persen dan yang menjawab tidak tahu dan tidak menajwab sebanyak 39,4 persen.

"Debat pilgub memang dinantikan, tetapi belum mampu mengubah piihan secara signifikan. Hal ini juga bisa menjadi petunjuk bahwa penampilan para kandidat relatif seimbang dan tidak terpaut jauh baik dari sisi kompetensi maupun penampilan, para kandidat harus berjuang lebih keras agar bisa menunjukan performa yang lebih baik agar gab itu semakin lebar agar bisa meraih dukungan signifikan." ujar Surokim, peneliti SSC.

Survei dengan metode multistage random sampling ini dilakukan pada tgl 11-19 April 2018 di 38 kabupaten/kota di Jatim. survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error 2.81 persen, level of confidence 95 persen dan jumlah sampel 1220 responden. Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini di lengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden.

Sumber : Surabaya Survey Center (SSC)

0 komentar:

Posting Komentar