Ads

Jumat, 18 Mei 2018

Mei 18, 2018
KORANPAGI.NET - Pemeriksaan konfrontasi yang digelar Direskrimum Polda Jatim dan dipimpin oleh Kanit V Direskrimum, Kompol Faruk Afero,   terkait laporan Allan Tjipta Rahardja pada Jumat (4/5/2018) kemarin, berbuntut panjang.

Advokat Yakub Miradi, SH, menunjukkan surat laporan polisi (LP) terkait dugaan tindakan Notaris Imnatunnuroh yang melawan hukum

Allan yang tidak terima atas perlakuan Notaris Imnatunnuroh, melaporkan notaris yang berkantor di Jalan Raya Rungkut, ke SPKT Polda Jatim atas dugaan pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP.

Seperti diberitakan sebelumnya pada pemeriksaan konfrontasi tersebut Notaris Imnatunnuroh ngotot telah menyerahkan salinan akta PPJB dan AJB kepada Allan Tjipta Rahardja.

Untuk meyakinkan tindakannya, dalam pemeriksaan konfrontasi, notaris tersebut menunjukkan surat tanda terima bahwa Allan telah menerima salinan akta-akta 'rekayasa' yang tidak diakui oleh Allan.

"Tanda terima itu sejatinya merupakan tanda terima yang saya tandatangani untuk akta tahun 2011. Kemudian direkayasa, isinya ditambahi lagi seakan saya sudah terima akta tahun 2015. Tanda tangan saya tetap satu, sedangkan akta tahun 2011 dan akta tahun 2015 itu kan beda jauh. Saya tidak terima dipermainkan seperti ini," Jelas Allan.

Munculnya tanda terima 'rekayasa' tersebut, memantapkan dugaan adanya akrobatik hukum yang dilakukan Asui Dkk dan dimotori oleh Notaris Imnatunurroh. Karena dirugikan sebesar Rp.7,8 Milyar maka Allan didampingi oleh Advokat Hadi Pranoto dan Yakub Miradi melaporkan Notaris Hj.Imnatunnuroh ke SPKT POLDA Jatim sesuai Tanda Bukti Lopor Nomor: TBL/608/V/2018/UM/Jatim Tanggal 18 Mei 2018.

"Saya harap agar penyelidikan dan penyidikan atas dugaan pemalsuan surat tanda terima Notaris Imnatunnuroh ini bisa mengungkap akrobatik hukum yang dilakukan Asui, karena dialah otaknya," kata kuasa hukum Allan, Advokat Yakub Miradi, SH.

Menyusul, tim kuasa hukum Allan juga hendak melaporkan Notaris Imnatunnuroh ke Menteri Hukum dan HAM serta Majelis Kehormatan Notaris terkait tindakan 'rekayasa' akta ini. (Ris/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar