Ads

Rabu, 09 Mei 2018

Mei 09, 2018
KORANPAGI.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bergerak cepat dalam proses pengusutan kasus korupsi yang melibatkan Bupati Mojokerto, (non aktif) Mustofa Kamal Pasa, bersama sejumlah pihak. Penyidik lembaga Anti Rasua tersebut kembali memeriksa Mustofa sebagai tersangka penerima suap, Rabu (9/5/2018).


Sekitar pukul 13.30 WIB, mobil tahanan yang menjemput Bupati Mojokerto dari Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK, tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.


Begitu turun dari mobil, Mustofa yang memakai kemeja biru lengan panjang berlapis rompi warna oranye, langsung berjalan menuju ruang pemeriksaan.

Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah  mengatakan, pemeriksaa itu terkait dengan proses penerbitan izin pembangunan.


"Penyidik ingin mengklarifikasi dugaan suap yang diterima Mustofa dalam proses penerbitan izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto," tuturnya seperti dilansir suarasurabaya.net, Rabu (9/5/2018)


Seperti diketahui, Senin (30/4/2018), KPK mengumumkan penetapan status Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi.

Kasus pertama, Mustofa disangka menerima suap Rp 2,7 miliar dari pengurusan izin proyek pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2015.

Dalam kasus itu, KPK juga menetapkan Ockyanto selaku Kepala Divisi Perizinan PT Tower Bersama Infrastucture, dan Onggo Wijaya penjabat Direktur Operasi PT Protelindo, sebagai tersangka pemberi suap.

Sedangkan kasus kedua, Bupati Mojokerto diduga menerima gratifikasi sedikitnya Rp 3,7 miliar dari sejumlah proyek di Kabupaten Mojokerto, antara lain pembangunan jalan yang berlangsung tahun 2015.

Selain menjerat Mustofa, dalam kasus tersebut KPK juga menetapkan Zainal Abidin, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Mojokerto sebagai penerima gratifikasi. (Ssn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar