Ads

Minggu, 22 April 2018

April 22, 2018
KORANPAGI.NET - Peredaran obat herbal untuk kanker yang diduga ilegal karena ditemukan banyak kejanggalan, diantaranya legalitas MUI bahkan surat dari Kemenkes RI 'palsu', Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) Indonesia telah melayangkan dumas ke Mabes Polri, Kejaksaan dan pihak-pihak terkait agar dilakukan penindakan tegas pada pelakunya.

Obat CUR-Z yang diedarkan LKKI

Lembaga Konsultan Kanker Indonesia (LKKI), yang beralamat di Jalan Cibogo, Bandung, Jawa Barat, diketahui sebagai pendistribusi (pengedar) 'ilegal' obat dengan merk CUR-Z ini ke masyarakat.

Dugaan itu mencuat lantaran pihak CV Hanif Herbal selaku produsen CUR-Z mengaku tidak pernah mengirim barangnya kepada LKKI, apalagi untuk didistribusikan."Kami tidak pernah mengirim obat kami ke LKKI serta kerjasama pendistribusian," jelas CV Hanif Herbal yang bertempat di Kulon Progo, Yogyakarta.

Pada kemasan (label) obat yang diedarkan LKKI melalui penyuluhan-penyuluhan penyakit kanker di beberapa daerah, tampak legalitas halal MUI yang berbeda dengan aslinya, serta ada logo LKKI sebagai pendistribusinya.

Karena itu, menyikapi hal yang berdampak negatif, khususnya bagi kesehatan masyarakat luas, Pagar Jati Indonesia melayangkan dumas kepada pihak-pihak terkait untuk secepatnya dilakukan penindakan.

"Berdasar bukti data serta informasi yang kami terima, hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena berbahaya pada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Ini kami kirim surat pengaduan masyarakat (Dumas) kepada kepolisian, kejaksaan, BPOM RI, Kemenkes, supaya dilakukan penindakan terhadap LKKI sebagai lembaga yang mengedarkan," tegas Sekjen Pagar Jati Indonesia, M Zainul Fadli, SH.

Sementara, beredar rumor bahwa pihak LKKI melaporkan Media Koran Pagi ke Unit Cyber Crime, Polda Jawa Barat, terkait pemberitaan yang beredar di tengah masyarakat.

Ketika dikonfirmasi, Ridwan, humas LKKI yang baru direkrut beberapa minggu lalu, enggan memberikan keterbukaan pada publik soal legalitas obat merk CUR-Z dan mengarahkan wartawan Koran Pagi untuk datang ke institusi Polri.

"Kalau mau wawancara silahkan datangi saya ke Mabes Polri atau Polda Jabar," ujarnya.

Selanjutnya, ditanya soal waktu kapan dan jam berapa bisa diwawancara, Ridwan malah menjawab bahwa pihak Cyber Crime Polri yang akan memanggil Koran Pagi dan wartawannya secara formal.

"Nanti akan dipanggil para pihak, via Cyber Crime, Polda atau Mabes secara formal, termasuk yang mengaku wartawan Koran Pagi," lontar Ridwan melalui nomor WhatsApp pribadinya.

Mengutip ucapan Ridwan, keterangan tersebut bertendensi bahwa ketua LKKI, Riksmaya, mempekerjakannya untuk mencari pengamanan alias 'beking' atas pemberitaan-pemberitaan Koran Pagi selama ini. (Sh/Dp/Snd)