Ads

Sabtu, 21 April 2018

April 21, 2018
KORANPAGI.NET - Juwita dan Hj Imnatunnuroh (Notaris/PPAT), terlapor kasus akrobatik hukum akhirnya hadir penuhi panggilan Direskrimum Polda Jatim yang ke dua dalam rangka pemeriksaan konfrontasi. Duo terlapor lagi terancam dijemput paksa petugas, Jumat (20/4/2018).

Juwita dan Hj Imnatunnuroh (berhijab) saat diperiksa petugas di Direskrimum Polda Jatim

Sebelumnya, pada panggilan pertama, terlapor ini sempat tidak mengindahkan panggilan petugas untuk dikonfrontir dengan pelapor terkait kasus jual beli tanah.

Dengan mimik tegang, tampak Juwita dan Hj Imnatunnuroh penuhi panggilan yang kedua oleh Polda Jatim. Namun ada yang menarik, di hadapan petugas, pelapor sempat menyambut kedatangan terlapor dengan emosi.

"Kamu selama ini terlihat jujur di mata saya, tapi kenapa kamu mau diajak Asui menipu saya seperti ini," lontar Allan kepada Juwita yang tidak menjawab hanya tertunduk.

Pada panggilan tersebut, dua orang terlapor, Asui dan Direksi PT Siantar Tiara Estate, Handoko, masih saja tidak menampakkan batang hidungnya alias mangkir. Sehingga, apa bila pada panggilan ke tiga atau yang terakhir tetap tidak menghormati petugas penegak hukum, maka akan dilakukan jemput paksa oleh petugas terhadap keduanya.

"Asui dengan Handoko masih tidak datang dalam panggilan kali ini, kalau pada panggilan ketiga yang diagendakan pada Kamis (3 Mei 2018) nanti tetap mangkir, polisi akan lakukan jemput paksa terhadap mereka," jelas kuasa hukum Allan, Advokat Hadi Pranoto, SH, MH.

Fenomena akrobatik hukum yang dilakukan Asui CS pada kasus ini, terlihat dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 20 tanggal 18 Februari 2015 di depan Notaris Hj Imnatunnuroh, SH, Mkn, dimana surat perjanjian itu sengaja dibuat terputus dan terpisah dari Asui. (Ris/Snd)