Ads

Rabu, 04 April 2018

April 04, 2018
KORANPAGI.NET - Beli puluhan botol obat herbal dari giat penyuluhan  kanker yang dilakukan LKKI, pihak Gereja Kristen Jawa (GKJ), Jalan Nakula Raya I, Depok, Jawa Barat, terkejut bahwa obat yang dibelinya diduga palsu.


Setelah ramai diberitakan obat herbal kanker dengan merk CUR-Z yang diedarkan LKKI terindikasi 'palsu', kini kembali viral bahwa pihak lembaga tersebut terancam dilaporkan Gereja Kristen Jawa Depok.

Rencana GKJ untuk melaporkan LKKI tentunya bukan tanpa alasan, pada beberapa waktu lalu, Anis (Tim LKKI) mengadakan penyuluhan penyakit kanker di GKJ. Dalam penyuluhan tersebut, pihak LKKI juga menjual obat kanker dengan merk CUR-Z yang diduga palsu.

"Saya sudah menanyakan langsung kepada Anis (Tim LKKI) soal obat 'palsu' itu, dia mengaku mendapatkan obat dari Miki selaku General Manajer di LKKI. Kemudian Anis keluar gereja dengan alasan mau menerima telepon, entah kenapa dia (Anis) lalu pergi meninggalkan gereja, padahal saya masih mau menanyakan perihal obat CUR-Z ini," tukas UTG selaku penanggung jawab di GKJ.

Sementara, bagian humas GKJ menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Gereja Yeremiah untuk segera melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib."Kami merasa dirugikan oleh LKKI dengan menjual obat 'palsu' ini melalui penyuluhannya kepada kami. Segera kami akan melaporkan ke pihak berwajib bersama-sama dengan teman gereja yang lain," paparnya.

Terpisah, General Manajer LKKI, Miki mengatakan, pihaknya sudah tidak menjual obat herbal merk CUR-Z lagi dua bulan lalu. Soal pemalsuan, Miki juga mengaku tidak tahu menahu, karena produk tersebut didapat dari pemilik lembaga.

"Untuk penjualan CUR-Z sudah kami hentikan sejak dua bulan kemarin, dan soal palsu atau tidaknya obat CUR-Z ini saya juga tidak tahu, sekarang ini saya masih bingung sebenarnya bagaimana, karena barangnya kami datangkan langsung dari pak Rismaya selaku pimpinan di LKKI," ujar Miki saat dikonfirmasi Koran Pagi melalui selulernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa obat herbal merk CUR-Z diduga dipalsukan serta diedarkan Lembaga Konsultan Kanker Indonesia (LKKI) melalui penyuluhan-penyuluhannya di beberapa daerah. Itu dikarenakan pihak CV yang memproduksi menegaskan tidak pernah mengirim obatnya ke LKKI dan diketahui nomor ijin halal (MUI) yang tertera di label tidak sesuai dengan sertifikat MUI aslinya.

Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik, ketika hendak dikonfirmasi Koran Pagi terkait maraknya peredaran obat herbal untuk penyakit kanker yang diduga palsu di wilayah hukumnya, belum bisa dimintai penjelasan lantaran tidak berada dikantornya. (Hs/Bm/Snd)