Ads

Sabtu, 14 April 2018

April 14, 2018
KORANPAGI.NET - Kasus akrobatik hukum dengan terlapor Asui CS yang dinilai tak bernyali oleh pihak pelapor ketika di konfrontasi Satgas Anti Mafia Tanah Polda Jatim guna penggalian kebenaran materiil, mendapat respon dari Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) Indonesia, Sabtu (14/4/2018).

Bambang Hariyanto, SH

Menyikapi kasus Asui CS sekaligus merespon langkah tegas Satgas Anti Mafia Tanah Polda Jatim yang memanggil kedua belah pihak, baik pelapor dan terlapor, untuk dikonfrontir guna penggalian kebenaran materiil, Ormas Pagar Jati Indonesia mengapresiasi serta mendukung penuh Satgas tersebut.

Ketua Pusat Pagar Jati Indonesia, Bambang Hariyanto, SH, mengatakan, kasus Asui CS adalah tantangan dalam penegakan hukum di wilayah Polda Jatim.

"Menilik dari baru dibentuknya Satgas Anti Mafia Tanah oleh Kapolda Jatim tahun kemarin, kasus Asui CS ini merupakan tantangan bagi Satgas Anti Mafia Tanah Polda Jatim. Karena dalam prosesnya tidak cukup hanya berdasarkan formalitas akta-akta, perlu pengkajian ulang peristiwa-peristiwa hukum yang terjadi pula," kata Alumnus Untag tersebut.

Dalam panggilan Direskrimum Polda Jatim, Jumat (13/4/2018), Asui CS tidak datang tanpa alasan jelas. Sementara, pelapor tampak hadir didampingi kuasa hukumnya.

Tindakan tegas, lanjut Bambang, petugas yang mengkonfrontasi semua pihak untuk menggali kebenaran materiil ini sudah benar dan tepat.

Karenanya, Ormas Pagar Jati Indonesia mendukung penuh langkah-langkah hukum yang dilakukan Satgas Anti Mafia Tanah Polda Jatim dengan memanggil pelapor dan terlapor untuk dikonfrontasi.

"Kami sangat apresiasi tindakan petugas yang mengkonfrontasi pihak-pihak terkait. Ini merupakan wujud ketegasan petugas dalam memerangi para mafia tanah, khususnya di wilayah hukum Polda Jatim. Masyarakat harus tahu dentuman-dentuman Satgas tersebut dalam berkiprah. Kami dukung penuh Satgas Anti Mafia Tanah Polda Jatim dalam tugasnya," serunya kepada Koran Pagi.

Mangkirnya Asui CS dalam panggilan Direskrimum Polda Jatim, membuktikan bahwa mereka (Asui CS) 'takut' dikonfrontasi petugas, serta menunjukkan sikap tidak menghormati aparat dalam upayanya menegakkan kebenaran hukum. (Ris/Snd)