Ads

Jumat, 27 April 2018

April 27, 2018
KORANPAGI.NET - Konsentrasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dalam mengungkap dalang kasus korupsi Program Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) mendapat dukungan serta apresiasi dari dua tokoh Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Jatim.


Gebrakan Kejati Jatim yang membuka kembali kasus mega korupsi P2SEM dan menaikkan ke tingkat penyidikan, pihak KBM Jatim memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap institusi tersebut untuk bisa menuntaskan penyidikannya.

"Kami Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Jatim mendukung penuh upaya Kejati Jatim memberantas dan menuntaskan penyidikan tindak pidana korupsi P2SEM yang dilakukan secara berjamaah oleh anggota DPRD Jatim periode 2004-2009. Mereka perekom dan juga penikmat hasil korupsi P2SEM, namun hingga sekarang belum tersentuh hukum. Rakyat Jatim sangat berharap agar Kejati tidak setengah hati membongkar kejahatan berdasi itu. Sehingga dapat mengungkap oknum pejabat Pemprov Jatim yang kongkalikong dengan wakil rakyat yang sesat," tegas Ketua KBM Jatim, Hadi Pranoto, SH, MH, kepada Koran Pagi, Jumat (27/4/2018).

Sementara, menurut Wakil Ketua KBM Jatim, Bambang Hariyanto, SH, menambahkan, upaya Kejati Jatim dalam mengungkap kasus korupsi P2SEM itu patut mendapat dukungan dari masyarakat, khususnya Jawa Timur.

"Ini momen yang baik bagi Kejati untuk membuktikan institusinya sebagai garda penegak hukum pemberantas korupsi. KBM Jatim sebagai bagian integral rakyat di Jatim, berkomitmen dan mengajak segenap elemen masyarakat untuk mendukung setiap upaya pemberantasan korupsi di bumi Jawa Timur ini," serunya.

Seperti yang telah diberitakan, penyidik Kejati telah meminta keterangan kepada 30 orang, 15 nama di antaranya merupakan anggota DPRD Jawa Timur periode 2004-2009. Nama 30 orang ini disebut oleh dr Bagoes pasca tertangkapnya di Malaysia beberapa waktu lalu.

"Sudah 30 orang (termasuk 15 anggota dewan) dimintai keterangan, nanti akan dipanggil lagi karena penyidikan. Nama-nama itu yang disebut dr Bagoes," kata Kepala Kejati Jatim, Elieser S Maruli Hutagalung, seperti dilansir merdeka.com

Dikatakan pula, dua dari 15 anggota DPRD Jawa Timur yang dimintai keterangan itu saat ini masih aktif sebagai anggota dewan. (Nt/Snd)