Ads

Sabtu, 28 April 2018

April 28, 2018
KORANPAGI.NET - Lembaga Riset Surabaya Survey Center (SSC), dua bulan menjelang dilaksanakannya Pilkada Gub/Wagub Jawa Timur 2018, melakukan survei opini publik terkait dengan kontestasi, sikap dan perilaku pemilih masyarakat Jawa Timur. Mochtar W Oetomo, Direktur SSC mengatakan bahwa survei opini publik amat penting dan strategis mengingat waktu pemilihan tinggal 2 bulan lagi dan data survey kali ini bisa menjadi gambaran dinamika terbaru dan juga petunjuk (kompas jalan) mengenai pilkada Jatim.


"Survei SSC periode ini mengukur pengetahuan dan potensi partisipasi pemilih, mengukur popularitas, akseptabilitas,  mengukur kemantapan dalam pilihan dan juga kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, elektabilitas parpol dan pilpres di Jatim serta faktor-faktor penentu pilihan di Pilgub Jatim 2018. Selain itu juga mengukur faktor-faktor mutakhir yang diduga bisa menjadi kompas dan petunjuk bagi peningkatan kualitas pilkada dan kepentingan praktis dalam pilkada," kata Mochtar W Oetomo.

SSC sebagai lembaga survei profesional tetap berusaha dan komitmen untuk menyelengarakan survei opini publik terkait pilkada Jawa Timur  secara periodik dan berkesinambungan sebagai bentuk partisipasi dalam meningkatkan kualitas pemilih dan penyelenggaran pemilu di Jawa Timur.

Ada beberapa temuan hasil survey menarik kali ini yang bakal ditayangkan Koran Pagi dari SSC yang menunjukkan adanya persaingan sengit, kompetitif dan ketat pada kedua paslon yang berkontestasi. Diantaranya, meningkatnya pengetahuan pemilih dan partisipasi dalam pilkada Jatim, trend popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas yang ketat, kemantapan pilihan dan juga angka swing voters dan undecided voters yang bergerak lamban, efektifitas penggunaan media informasi dalam pemilu, perbandingan kompetensi dan karakter paslon sebagai nilai tambah dan insentif elektoral, dan kepuasan publik terhadap kinerja kepala daerah serta dukungan partai dan pilpres terkait pilkada Jatim serta titik kritis perubahan pilihan dalam Pemilukada Jatim. Ini sungguh akan menjadi pertarungan sulit bagi kedua kandidat sekaligus menjadi persaingan yang seimbang.

Berdasar hasil riset SSC, Pakde  Karwo sebagai Gubernur Jawa Timur masih menjadi faktor penting dan menentukan dalam kontestasi pilkada Jatim. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pakde mencapai 64,8 persen dan hanya 12,1 persen yang menyatakan tidak puas selebihnya 23,1 persen menjawab tidak tahu.


Hal ini menurut Mochtar W Oetomo membuat siapapun calon yang sedang berkontestasi harus mampu meraih Pakde Karwo effect untuk kepentingan meraih suara pemilih Jawa Timur.

"Penilaian publik Jawa Timur juga konsisten mengatakan bahwa hasil kinerja Pakde Karwo semakin baik yakni mencapai sebesar 48,6 persen. Adapun yang mengatakan sama saja sebanyak 37 persen dan yang mengatakan semakin buruk 2,9 persen. Selebihnya 11,5 persen menjawab tidak tahu dan tidak menjawab," jelasnya.

Dari hasil survei juga bisa dilihat bahwa agenda pembenahan yang harus dilakukan oleh para suksesor kepala daerah Jatim adalah melanjutkan usaha pengentasan kemiskinan sebesar 38 persen, disusul pembangunan infrastruktur sebesar 14,7 persen dan melanjutkan pendidikan gratis sebesar 11,5 persen.

Adapun agenda selanjutnya secara berurutan adalah menciptakan lapangan pekerjaan sebesar 9,1 persen, pelayanan kesehatan sebesar 7,7 persen, memajukan pertanian sebesar 6,7 persen, meningkatkan pelayanan public sebesar 2,6 persen dan yang lain sebesar 3,1 persen serta tidak tahu dan tidak menjawab sebesar 6,6 persen.

“Harus diakui keberhasilan Pakde Karwo menjadi poin penting dalam Pilkada Jatim dan dari hasil survei ini juga menunjukkan dan juga mengukuhkan bahwa Pakde Karwo memegang peran penting di Jawa Timur. Pilihan kedua kandidat untuk menjadi suksesor Pakde itu pilihan yang masuk akal dan tepat” ujar Surokim peneliti SSC.

Survei dengan metode multistage random sampling ini dilakukan pada tgl 11-19 April 2018 di 38 kabupaten/kota di Jatim. survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error 2.81 persen, level of confidence 95 persen dan jumlah sampel 1220 responden. Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini di lengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden. (Snd)

Sumber : Surabaya Survey Center (SSC)

0 komentar:

Posting Komentar