Ads

Senin, 09 April 2018

April 09, 2018
KORANPAGI.NET - Merasa dirugikan Lembaga Konsultan Kanker Indonesia (LKKI) atas obat herbal CUR-Z 'palsu', pihak Gereja Kristen Jawa (GKJ), Depok, tegaskan akan melakukan tuntutan secara hukum. Langkah ini dilakukan supaya tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan, baik secara materil maupun fisik (kesehatan).


Pasca viralnya informasi tentang peredaran obat herbal kanker dengan merk CUR-Z yang disinyalir racikan asal-asalan alias palsu, dimana obat tersebut diedarkan LKKI melalui program penyuluhan penyakit kanker, kini menuai banyak protes dari beberapa kalangan yang telah membelinya.

Tidak menutup kemungkinan bakal ada lagi pihak-pihak yang menyusul menuntut LKKI terkait obat herbalnya, mengingat aktifitasnya dalam mengedarkan sudah beberapa tahun lalu.

"Awalnya kami ditawari oleh pihak managemen dari LKKI di Bandung, bernama Farida, untuk diberi penyuluhan tentang kanker. Yang datang pertama pak Yopi, namun tidak jadi melakukan penyuluhan. Selang beberapa hari, datang lagi tapi sudah ganti orang namanya Anis, katanya pak Yopi sudah tidak di LKKI. Setelah melakukan penyuluhan, saya tunggu Anis dikantor saya kok gak datang-datang, ternyata dia (Anis) menjual obat CUR-Z ke para peserta, banyak yang beli, ada yang beli 1 botol, 5 botol dan banyak lagi," kata Endang, pihak GKJ Depok kepada Koran Pagi.

Sesuai informasi di GKJ Depok, obat CUR-Z 'palsu' dijual seharga ratusan ribu rupiah per botol."Anis menyampaikan bahwa harga obat CUR-Z itu Rp 500 ribu per botol dan hanya bisa beli di Kulon Progo, Yogyakarta, tapi karena dapat subsidi dari LKKI dia (Anis) tawarkan seharga Rp 250 ribu per botolnya," lanjutnya.

Karenanya, mengacu pada informasi yang berkembang soal obat CUR-Z palsu, pihak GKJ Depok merasa dirugikan dan akan menempuh jalur hukum.

"Kami sudah berkoordinasi dengan para pengurus gereja dan mengumpulkan obat itu serta surat-suratnya untuk melakukan tuntutan kepada LKKI, karena kami sudah dirugikan secara materil dan khususnya fisik (kesehatan) bagi yang mengkonsumsinya," tegas Endang.

Langkah tersebut dilakukan dengan harapan supaya tidak ada masyarakat yang menjadi korban lagi.


Terpisah, diketahui pula bahwa guru-guru SDS Yaspen Tugu Ibu I Depok juga telah melayangkan surat kepada LKKI untuk mengembalikan biaya pembelian obat CUR-Z yang didistribusikan oleh LKKI. Apa bila tidak dikembalikan dalam waktu yang ditentukan, guru-guru tersebut akan mengambil langkah yang sama dengan GKJ yakni menempuh jalur hukum.

Sementara, humas LKKI, Ridwan, ketika dikonfirmasi mengenai data-data temuan bahwa LKKI diduga memalsukan obat herbal kanker merk CUR-Z, terkesan enggan memberikan keterbukaan ke publik."Saya mohon waktu untuk menjawab, silahkan kirim surat saja ke kantor LKKI," ujarnya singkat. (Sh/Bm/Snd)