Ads

Selasa, 03 April 2018

April 03, 2018
KORANPAGI.NET - Prihatin dengan kondisi jalan berlubang di wilayahnya, Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) Indonesia, tergerak untuk melakukan upaya penambalan jalan di wilayah markas besarnya. Meski tanpa aspal, setidaknya sudah mengurangi resiko kecelakaan pengendara.


Berbekal alat seadanya, anggota Pagar Jati Indonesia, DPC Sidoarjo, Jalan Raya Suko Legok RT 01, RW 01, Sidoarjo, melakukan penambalan jalan berlubang yang rawan menyebabkan jatuhnya pengguna jalan, khususnya sepeda motor.

"Ini merupakan inisiatif kami bersama rekan-rekan serta berkoordinasi dengan RT dan RW untuk melakukan penambalan jalan berlubang di sekitar kantor kami. Meski hanya menggunakan tanah urugan, setidaknya sudah mengurangi resiko jatuhnya pengendara motor disini, apa lagi saat musim hujan, lubang di jalan tidak terlihat karena genangan air," tutur Nurul Hidayat alias Cak Bokir (panggilan akrab), Ketua Pagar Jati Indonesia, DPC Sidoarjo.


Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (1/4/2018) malam itu tampak cepat karena keterbatasan bahan urugan. Kendati demikian, gerakan sosial Cak Bokir bersama anggotanya patut dicontoh bagi masyarakat pada umumnya, dan perhatian aparatur desa serta pejabat dinas terkait pada khususnya.

Dimana tidak, perbaikan jalan atau penambalan jalan yang sudah menjadi kewajiban pihak dinas terkait, terkesan terabaikan sehingga masyarakat sebagai pengguna jalan 'tidak' terfasilitasi sebagai mana mestinya.

"Langkah yang dilakukan pemuda-pemuda ini (Pagar Jati Indonesia) sungguh positif. Seharusnya perbaikan jalan ini kewajiban pemerintah, khususnya lurah sebagai kontrol paling bawah. Saya salut sekali dengan ide mereka yang tidak menunggu kebijakan pejabat yang terkesan lambat," ungkap Candra, seorang pengguna jalan yang melintas saat itu, sembari menyindir.

Pagar Jati Indonesia DPC Sidoarjo diketahui memang baru terbentuk, dalam aktifitasnya kedepan, masih banyak lagi program-program bersifat sosial yang bakal dikerjakannya di wilayahnya. (Yd/Snd)