Ads

Jumat, 27 April 2018

April 27, 2018
KORANPAGI.NET - Perangi peredaran minuman keras (Miras) oplosan di wilayah hukumnya, bersama masyarakat, Polsek Asemrowo galangkan "Deklarasi Anti Miras" di kantor Kecamatan Asemrowo, Jalan Asem Raya No.2 Surabaya, Jumat (27/4/2018).


Pasca gempar banyaknya korban meninggal dunia karena menenggak miras oplosan di kota pahlawan, Polsek Asemrowo jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, telah mendeklarasikan aksi anti miras.

Kapolsek Asemrowo, Kompol Achmad Faisol Amir dengan menggandeng camat serta tokoh agama, mengajak seluruh warganya untuk turut menjaga wilayah Asemrowo supaya terbebas dari miras oplosan.

“Kita harus bersama-sama memerangi peredaran penjualan miras oplosan. Tanpa adanya bantuan dari warga, kepolisian bukan apa-apa. Jumlah personil di Polsek Asemrowo terbatas dibandingkan jumlah warga Asemrowo,” pungkas Kapolsek Asemrowo.


Dalam kegiatan tersebut dihadiri tamu undangan, yakni warga Asemrowo, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat Pemerintahan dan TNI-Polri yang bertugas di wilayah Asemrowo.

“Kita harus tindak tegas kepada pelaku baik pengguna maupun produsen miras,” seru salah satu tokoh agama, KH Zainudin Husni.

Camat Asemrowo, Drs Hari Tjahjono, MM, menambahkan, acara ini juga merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Apabila menemukan penjual miras oplosan di lingkungan warga, segera laporkan dan telepon ke 112.

“Kegiatan ini jangan hanya sekedar ceremony saja, mari kita dengan tegas dan kompak melakukan bersama-sama membasmi peredaran miras di Surabaya umumnya dan Asemrowo pada khususnya,” pungkas pak camat tersebut dalam wejangannya.

Acara Deklarasi diakhiri oleh pembacaan doa oleh kepala KUA Asemrowo, Dan dilanjutkan dengan pemasangan Banner di sebuah warung kopi (warkop) depan Mapolsek Asemrowo, bertujuan untuk mengajak masyarakat setempat agar senantiasa memerangi peredaran dan penjualan miras oplosan. (Ris/Snd)