Ads

Kamis, 29 Maret 2018

Maret 29, 2018
KORANPAGI.NET - Peredaran obat herbal 'palsu' untuk penderita kanker, hingga kini masih menjamur di kalangan masyarakat, khususnya Jawa Timur. Disinyalir obat tersebut sengaja dipalsu dan dipasarkan melalui penyuluhan-penyuluhan oleh salah satu lembaga kanker, Kamis (29/3/2018).

Sertifikat Halal MUI Obat Herbal CUR-Z (ASLI)

Berdasar data yang sudah dihimpun, dugaan pemalsuan obat kanker ini dilakukan oleh Lembaga Konsultan Kanker Indonesia (LKKI), Jalan Cibogo, Bandung, Jawa Barat. Hal itu diketahui lantaran dari pihak CV Hanif Herbal, selaku produksi obat herbal mengaku tidak pernah mengirim produknya kepada LKKI.

Faktanya, sampai berita ini di muat, ditemukan beberapa penyuluhan-penyuluhan dari LKKI yang juga menawarkan obat herbal  'seakan' buatan CV Hanif Herbal, Kulon Progo, DIY Yogyakarta.

"Saya tidak tahu soal LKKI, karena selama ini saya tidak pernah mengirim obat ke LKKI," kata pihak CV Hanif Herbal.

Selain itu, menilik dari ijin halal MUI, jelas Nomornya berbeda dengan legalitas yang asli. Ironisnya lagi, produk tersebut sudah dipasarkan ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Obat Herbal CUR-Z (PALSU) dari LKKI

Sumber Koran Pagi mengatakan, pemilik lembaga tersebut (RMY) melakukan tindakan yang berunsur pidana ini sudah bertahun-tahun lamanya, bahkan lebih dari satu produk.

"Produk herbal untuk penyakit kanker itu sudah lama diproduksi sendiri oleh pihak LKKI, bahkan ada beberapa CV (produksi) yang sudah mereka gunakan. Sesuai komposisi jelas tidak menjamin, karena kandungannya berbeda dengan aslinya. Untuk pemasarannya memang tidak diperjualbelikan ke pasar atau toko obat-obatan, tapi melalui penyuluhan-penyuluhan. Sudah banyak juga baik instansi maupun perusahaan yang sudah mendapat penyuluhan dari LKKI, serta ribuan obatnya yang terjual," bebernya.

Senada, Novi (bukan nama asli) juga mengungkapkan, salah satu produk yang pernah dipalsukan sebelum CUR-Z yakni Zedoaria Plus, yang diproduksi oleh CV Al-Manar Herbalfit.

"Dulu sebelum CUR-Z, ada produk lain dari perusahaan yang beda pula juga dipalsukan oleh dia (RMY). Karena kedoknya terbongkar, akhirnya pemilik CV membekukan ijin produknya, supaya terhindar dari hal yang tidak diinginkan akibat perbuatan RMY," ungkap Novi.

Peredaran obat herbal 'palsu' yang di jual oleh LKKI patut mendapat sorotan pihak-pihak terkait. Bukan hanya masalah kesehatan masyarakat yang terdampak, namun juga tindakannya yang sudah mengarah ke ranah hukum. (Bm/Hs/Snd)