Ads

Kamis, 18 Agustus 2016

Agustus 18, 2016

KORANPAGI - Usai dijadikan budak nafsunya, dan kemudian dijual kepada pria hidung belang, berikut pengakuan terdakwa Teddy Faru Murti alias Andre kepada majelis hakim. Teddy terbukti bersalah dengan perkara pencabulan sekaligus perdangan manusia sebagai budak nafsu dengan korban korban gadis belia masih berusia 16 tahun, sebut saja Mawar (nama samaran). 

Dihadapan majelis hakim Syifa' Urosidin, Mawar bercerita tentang bagaimana dirinya bisa terjebak bujuk rayu terdakwa.

"Terdakwa menawari saya bahwa ada orang yang mau memboking saya," ujarnya di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (18/8/2016).

Mawar bahkan mengaku sebelum dijual, dirinya pernah disetubuhi terdakwa.

"Pertama kali dengan pacar saya, terus kedua kalinya dengan terdakwa. Kalau yang saat digrebek polisi, saya belum sempat berhubungan badan," akuinya.

Saat itu, terdakwa berjanji kepada Mawar akan diberi bayaran Rp 1 juta jika mau melayani pria hidung belang. Mendapat tawaran itu, Mawar pun tak banyak pikir dan langsung menerima lantaran dirinya tengah membutuhkan banyak uang.

Sayangnya belum menikmati uang dari terdakwa, Mawar keburu digrebek polisi saat hendak melayani pria hidung belang di Hotel Cleo, Jalan Basuki Rahmad, Surabaya. 

"Saya hanya dikasih Rp 200 ribu oleh terdakwa sebagai uang muka," ungkap Mawar kepada hakim Syifa.

Ia mengaku bahwa orang tuanya tidak pernah mengetahui pekerjaaan hatamnya tersebut. "Orang tua saya tidak tahu. Saya sembunyi-sembunyi melakukan ini," kata Mawar dengan tertunduk malu.

Sementara itu, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilhelmina Manuhutu dijelaskan, hubungan antara Mawar dan terdakwa berawal dari perkenalannya melalui Facebook. Melalui jejaring sosial itu, terdakwa saling bertukar nomor handphone dan pin Blacberry Massager (BBM). Sejak saat itulah, antara terdakwa dan Mawar aktif menjalan berkomunikasi.

Seperti gayung bersambut, job melayani pria hidung belang dari terdakwa kepada Mawar pun terwujud. Saat itu, terdakwa menawari Melati pekerjaan untuk melayani pria hidung belang dengan bayaran Rp 1 juta perboking. Sang pria pun sudah menunggu Melati di Hotel Cleo.

Singkat cerita, saat Mawar hendak melayani nafsu pria tersebut, rupanya polisi telah mengendusnya. Polisi pun langsung menggrebek kamar yang diinapi Mawar dan pria tersebut. Kemudian dari keterangan Mawar, polisi berhasil menangkap terdakwa.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (Dm)