Ads

Sabtu, 20 Agustus 2016

Agustus 20, 2016


KORANPAGI - Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, berhasil meringkus dua tersangka pengedar sekaligus pengguna sabu. Dua tersangka adalah Maulid (31), warga Jalan Randu Barat Surabaya, dan Mistori (28), warga Camplong, Rabesan Sampang, Madura.

Maulid mengaku kepada petugas, dirinya menggeluti bisnis narkoba, sebagai pengedar tersebut sudah berjalan delapan bulan. Maulid juga sudah mempunyai pelanggan cukup banyak, dalam sehari Maulid mampu menjual sabu sebanyak 75 poket. Dari penjualan barang haram tersebut Maulid meraup keuntungan Rp 300.000 per hari.

Profesi sebagai pengedar ini dipakai Maulid pekerjaan sampingan. Sebenarnya Maulid memiliki pekerjaan tetap, yakni pegawai di pabrik sepatu. Menurutnya, gajinya hanya cukup untuk makan keluarganya. Barang haram tersebut didapatkan Maulid dari madura.

"Saya mengambil barang di Madura," kata Maulid saat di Mapolres, Jumat (19/8/2016).


Maulid tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengambil sabu dari bandar berinisial MT. Dia baru mengeluarkan uang setelah sabu tersebut terjual. Bandar mempercayai Maulid karena bapak dua anak ini sebelumnya pelanggan eceran.

Maulid ke Madura hampir setiap hari. Biasanya dia berangkat ke Madura setelah pulang kerja. Sekali berangkat ke Madura, Maulid mengambil sabu sebanyak 75 poket. "Saya berikan sebagaian keuntungan kepada istri untuk jajan anak-anak," terang bapak dua anak ini.

Anggota Satreskoba Polres Tanjung Perak menangkap Maulid di Jalan Irawati. Saat itu Maulid sedang transaksi sabu dengan Mistori. Petugas menyita sabu seberat 0,2 gram.

Setelah menangkap di Jalan Irawati, petugas mengeler Maulid ke rumahnya. Petugas menemukan 65 poket sabu seberat 31,1 gram di almari. Petugas juga menyita uang sebesar Rp 500.000 hasil penjualan sabu.

Kapolres Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete mengatakan, tersangka menjual sabu secara eceran. Tersangka mematok harga sabu antara Rp 150.000-350.000 per poket.

Sejak menggeluti bisnis ini, tersangka tidak pernah menggunakan jasa kurir. Dia mengedarkan sendiri narkoba berbentuk serbuk kristal tersebut. "Dia sendiri yang mengantarkan sabunya," terang Takdir. (Rs/Snd)