Ads

Senin, 22 Agustus 2016

Agustus 22, 2016


KORANPAGI - Soal polemik bangunan rumah di Jalan Sawah Pulo Kulon 4, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Ada salah informasi dari pihak Danramil. Hingga sekarang upaya mediasi antara pihak penghuni bangunan masih terus dilakukan, Sabtu (20/18/2016).

Pada Kamis (18/8/2016) kemarin, rapat koordinasi digelar kembali untuk kesekian kalinya. Namun, tetap saja belum menemukan solusi terkait masalah itu. Pasalnya, dari Sumayyah atau Halimah, pihak yang diduga melakukan pembongkaran bangunan, tidak pernah hadir memenuhi undangan rapat tersebut, baik itu yang bersangkutan langsung atau pun perwakilannya.

Dalam forum tersebut, dengan tegas, Imam Suyono, Komandan Koramil setempat menjelaskan, bahwa beberapa waktu lalu ada kesalahan informasi (mis komunikasi) sehingga muncul dugaan bahwa pihaknya terkesan melakukan pembiaran atas pembongkaran rumah oleh 'preman' di kawasan Sawah Pulo.

"Masih dalam proses, bukan pembiaran dalam perkara ini seperti yang diberitakan. Kami dari awal melangkah untuk menyelesaikan dan mendamaikan," tegasnya kepada Koran-Pagi.com.

Berbeda dengan Lurah Ujung, Sri Subekti, ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut, pihaknya mengaku salah dan pasrah."Waduh maaf mas, saya yang salah" tuturnya.

Sementara, Samsul, salah seorang korban yang rumahnya dibongkar 'preman' memaparkan, penyelesaian perkara tersebut harus tetap melibatkan pihak Pemkot Surabaya, karena tanah itu milik pemerintah.

"Kalo masalah pesangon dari yang dijanjikan bu Halimah, itu pasti tidak mungkin, dan kalau pun ada, saya tidak mau menerima juga, lebih baik serahkan kembali pada pemerintahan, karena kami semua sama-sama tidak punya hak atas tanah itu," paparnya. (dm/snd)